Kejari Tetapkan 2 Tersangka, Ini Modus Dugaan Korupsi di Disperindag PALI
PALI,PA- Dugaan korupsi di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dilingkungan Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag)
Akhirnya terungkap kepermukaan,
Fakta yang sangat mengejutkan terungkap dalam kasus penyimpangan terkait anggaran pada kegiatan Koordinasi, Sinkronisasi dan Pelaksanaan pemberdayaan industri dan peran serta masyarakat tahun anggaran 2023
pada tanggal 12/06/2025 dua orang resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh kejaksaan negeri kabupaten PALI yaitu alias BD, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga merangkap sebagai Kuasa Pembuat Anggaran (KPA) dan juga tersangka MB, yaitu Direktur CV Restu Bumi, perusahaan pelaksana dalam kegiatan tersebut,
Rido Darma Hermando,SH.,MH., Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Megeri PALI Menerangkan, Bahwa Penyidik menemukan adanya 8 modus mark up anggaran yanga dilakukan secara sistematis pada sejumlah pelatihan,
Mulai lagi penggelembungan dana ATK, Bahan cetak, publikasi dan juga Honorarium narasumber,
Diduga semuanya telah di manipulasi dengan mulus
Adapun daftar item yang diduga telah dimark-up sebagai berikut :
-Mark up belanja ATK pada 8 kegiatan pelatihan
-Mark Up belanja bahan cetak pada kegiatan pelatihan
-Mark Up belanja publikasi pada 8 kegiatan pelatihan
-Belanja fiktif terhadap belanja materi pada 8 kegiatan pelatihan
-Mark up belanja barang yang diserahkan ke masyarakat pada 8 kegiatan pelatihan
-Mark up honorarium narasumber pada 4 kegiatan pelatihan
-Mark up belanja perjalanan dinas dalam provinsi pada 2 kegiatan pelatihan
-Mark up belanja Perjalanan dinas luar provinsi pada 6 kegiatan pelatihan
Termasuk yang juga sangat menjadi sorotan kegiatan pelatihan yang termasuk pelatihan batik, bordir, ukuran kayu, anyaman dan juga songket,
Yang dilaksanakan diberbagai lokasi seperti di yogyakarta, Jambi, dan juga Palembang
Proyek ini yang dengan nilai anggaran mencapai Rp 2,7 miliar, berdasarkan audit dari BPKP, yang diduga merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp 1,7 miliar.(Red/Tius)






