DIRUT PHE – RT DAN KADES AIR ITAM DI PANGGIL KOMISI II DPRD SUMATERA SELATAN.
PALI, Potretandalas.com–Terkait lambatnya penyelesaian masalah limbah minyak yg mengenai kebun karet milik warga Air itam.
Dirut berserta manager PHE RT.( Pertamina Hulu Energi Raja Tempirai)dan juga Kades Air itam dgn wakil Masyarakat di pagil Komisi II DPRD pada hari senin tgl 7 November 2022.
Pemangilan oleh DPRD di tingkat provinsi kepada PHE RT,Kades Dan masyarakat yg mewakili.agar dlm hal tersebut dapat di selesaikan sebagai mana kewajiban Perusahaan sesuai dengan SOP yang telah di atur oleh UU Negara Republik Indonesia.
Permasalah bocor nya pipa len dari sumur yg aktip ke Stasuin produksi PHE RT sering kali terjadi.namun Pimpinan unit atau manager PHE RT selalu menyepelehkan dlm menyelesaikan per masalahan.
dan tdk mau tau akibat yg merugikan warga.
Dan untuk yg kali ini pipa bocor terkena di kebun milik keluarga Madi Afriyadi putra Asli Air itam dan propesi nya sebagai Dosen di vakultas yg ada di kota palembang.
Madi Afriyadi ketika di hubungi Awak Media mengatakan Dia merasa kesal dengan pihak Pimpinan PHE RT ketika
di undang ke kantor kepalak Desa untuk menyelesaikan Permasalahan ini.
maka yang datangnya orang yang tidak punya hak dan kemampuan untuk mengambil ke putusan.
PHE RT di undang oleh Kepala Desa di kantornya untuk mediasi.
ya sudah jelas untuk keamanan desa sudah ada limnas nya sendiri.
tukas Madi Afriyadi.
kita kan berunding,bukan berujuk rasa.kalau tidak untuk menakuti nakuti masyarakat jadi untuk apa sebenar nya kehadiran aparat.mereka juga tidak bisa mengambil keputusan.
papar Madi Afriadi ke pada Awak media.
lanjutnya…
Dia juga merasa sedih kepada masyarakat Air itam barat dan timur…
Di perlakukan PHE RT sudah 30 tahunan mereka beroprasi mengisap hasil bumi daerah kita tapi yg mereka sumbangkan untuk masyarakat kita seperti apa dan sudah berapa banyak.tukas Madi Afriyadi yang senada dengan perntanyaan kades Air itam ketika mediasi di kantor nya.
‘jangan membiarkan isu di masyarakat yang menyudutkan kepalak Desa coba jelaskan apa yang telah PHE RT sumbangkan untuk Air itam .tegas pak Kades Air itam (Agus salim)
dalam vidio yg di ungga warga ke media sewaktu di kantor kades” jelasnya
CSR yg semesti nya 30% di berikan kepada Desa yg ada sumurnya dan desa di sekitar nya.
di dlm desa tersebut ada masyarakat yang membutukan manfaat CSR itu.dan ada ketentuan ketentuan atau aitem aitem yg semesti nya Perusahaan atau PHE RT tunaikan ke pada Desa.
lanjut Madi Afriyadi kepada Awak media.
PHE RT perna berjaya sewaktu di pegang oleh golden spick(JOB)
dengan hasil 2000-2500 Barel/ hari.
Di waktu saat itu masih ada perwujudan CSR yg mereka laku kan. dengan peduli kepada anak yatim dan orang miskin.
tapi seiring wkt pimpinan PHE RT yg tidak paham dengan hak kewajiban yang harus di keluarkan,tidak mereka keluarkan maka bisa saja Allah tarik karunia nya yang ada di dalam perut Bumi tdk keluarlagi.papar madi
sehingga bisa jadi sumur sumur yang ada menjadi kering tidak mengeluarkan hasil akibat kufur nikmat.
jika bersyukur nikmat akan di tambah.wujud syukur berbagi dan keluarkan hak orang lain.karna dlm harta mu ada milik orang lain.
Jadi kepada pimpinan perusahaan, PHE RT, parah pejabat, parah pemerintah…guna kan kekuasan Mu di saat kalian masi ada fungsi untuk berbuat baik.
itu lah amal ibadah mu.perwujudan dari solat yang benar dan telah terdiri tegap diatas pondasi yg kokoh.
pahami Ayat Ayat Allah QS Al MA UN dan Al MUNAFIQUN Ayat 9.10.11.
Madi Afriyadi juga memberi motipasih ke pada masyarakat dlm setiap aspek kalangan warga untuk paham dan terus sadar untuk bersatu demi kemajuan desa dan SDM masyarakat nya yang akan Datang.dengan cara belajar untuk ingin tau serta kompak dlm segala hal.agar lebih semangat untuk berbuat apa pun usaha yang kita laku kan harus kita kait kan ke pada Allah dengan beniat hanya karna Allah.jadi setiap melangkah dan berbuat harus lah membaca “Basmalah “Demikian tutup Madi Afriyadi ke Awak media.
semoga saja dengan pertemuan ketiga belah pihak di kantor DPRD provinsi nanti pada tanggal 7 November 2022 dapat menyelasaikan permasalahan ini tampak membuat masyarakat berujuk rasa atau Demontrasi dalam menuntut ke adilan nya.
karna masyarakat sangat kesal selama ini dgn cara yg terkesan membodohi apa lagi saat ini mereka baru paham acaman bahaya yang setiap saat bisa saja terjadi.
contohnya pipa line sepanjang jalan yang berdapingan dgn kebun warga itu tidak sesuai dengan SOP. tidak septy
pipa tidak ada yang di tanam dan saat ini rawan pecah dan bocor karna krosi.
ini ketentram warga yg ada kebun di sepajang pipa len tergangu.
belum lagi sumur sumur yg bisa saja jika ada gempa bumi akan berdampak ledakan gas bumi hingga sampaike permukiman warga.
Disini lah CSR itu di wujudkan bisa untuk anak yatim orang tua jompoh ke pendidikan anak anak yang tidak mampu dan penangulangan pencandu Narkoba. semua kita lakukan agar tidak mengundang murka Nya Allah dan tidak terjadi di daerah kita.tutup madi
penulis
TEAM PWRI Air itam
