
PALI – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar kegiatan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) Goes to School di Aula Terbuka Kantor Camat Penukal, Desa Babat, Kecamatan Penukal, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menerapkan pola konsumsi pangan sehat sejak usia dini.
Acara yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu dihadiri Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PALI Adriand Edison, Camat Penukal Faizen Oto Berlin, S.P., Kapolsek Penukal AKP Sumartono, S.E., Kanit Binmas Polsek Penukal AIPTU Zeni Irwanto, kepala sekolah beserta guru SD Negeri 4, SD Negeri 9, dan SD Negeri 15 Penukal, serta para siswa dari ketiga sekolah tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, sambutan, foto bersama, penyerahan bantuan secara simbolis, penyampaian materi, sesi tanya jawab, hingga penutupan.
Kapolsek Penukal AKP Sumartono, SE., mengatakan pihaknya mendukung penuh kegiatan edukasi yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan B2SA Goes to School ini. Edukasi mengenai pola makan sehat sejak usia sekolah sangat penting agar anak-anak memiliki kesadaran untuk mengonsumsi makanan yang bergizi, sehingga dapat tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi yang berkualitas,” ujar AKP Sumartono.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai konsep B2SA yang menitikberatkan pada konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Materi juga menekankan pentingnya memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber gizi sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PALI, Adriand Edison, menjelaskan bahwa program B2SA merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membangun kebiasaan konsumsi pangan yang sehat di tengah masyarakat.
“Melalui program ini kami ingin menanamkan pemahaman bahwa makanan yang sehat bukan hanya harus bergizi, tetapi juga beragam, seimbang porsinya, aman dikonsumsi, serta memanfaatkan potensi pangan lokal yang ada di daerah,” katanya.
Ia menambahkan, penerapan pola konsumsi B2SA diharapkan mampu mencegah masalah gizi, baik kekurangan maupun kelebihan gizi, sekaligus mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, aktif, dan produktif.
Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara Dinas Ketahanan Pangan, pemerintah kecamatan, pihak sekolah, dan Polsek Penukal diharapkan dapat memperkuat edukasi pola hidup sehat bagi pelajar serta mendorong terbentuknya generasi yang lebih sehat dan berkualitas di Kabupaten PALI.(Red)
