Semangat Tak Pernah Pudar, 114 Lansia PALI Diwisuda dalam Program Sekolah Lansia

Dua Warga Betung Barat yang Mengikuti Wisuda Sekolah Lansia

PALI – Senyum haru tampak menghiasi wajah para peserta lanjut usia yang memenuhi Pendopoan Guest House Komplek Pertamina Pendopo, Senin (17/11/2025). Hari itu menjadi momen istimewa bagi 114 warga lanjut usia (Lansia) dari lima kecamatan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Mereka resmi diwisuda setelah mengikuti rangkaian pembelajaran dalam Program Sekolah Lansia yang digagas Pemerintah Kabupaten PALI.

 

Prosesi wisuda berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Bupati PALI Asgianto ST, melalui Wakil Bupati Iwan Tuaji, memimpin jalannya acara. Hadir pula Kepala DPPKBPPPA PALI, Mariono SE, yang mendampingi para wisudawan sepanjang pelaksanaan program.

 

Para peserta yang berasal dari Kecamatan Talang Ubi, Penukal, Abab, Tanah Abang, dan Penukal Utara ini menjalani pendidikan dalam dua kategori: Standar 1 sebanyak 96 peserta dan Standar 2 sebanyak 18 peserta. Tahun ini menjadi pelaksanaan kedua Program Sekolah Lansia di Kabupaten PALI—sebuah langkah kecil, namun berarti besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat usia lanjut.

BACA JUGA:  Polres PALI Berhasil Bongkar Peredaran Narkoba, Tersangka Diamankan dengan Barang Bukti Sabu 4,50 Gram

 

Dalam sambutannya, Wabup Iwan Tuaji tampak bangga melihat semangat para peserta yang tetap antusias menuntut ilmu di usia senja.

“Program Sekolah Lansia ke depan harus ditingkatkan dan digiatkan. Belajar tidak harus mengukur usia,” tegasnya.

Menurutnya, semangat belajar para Lansia tidak hanya menginspirasi, tetapi juga menjadi bukti bahwa pendidikan adalah ruang tanpa batas.

“Hadirnya Sekolah Lansia adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar tetap produktif, mandiri, sehat, dan memiliki keterampilan,” tambahnya.

BACA JUGA:  Peletakan Batu Pertama Madrasah NU Air Itam Timur Berjalan Suskses

 

Kepala DPPKBPPPA PALI, Mariono SE, menjelaskan bahwa program ini disusun untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan para Lansia. Mereka dibekali pemahaman tentang kesehatan, gizi, hingga aspek sosial dan ekonomi.

“Manfaat program ini sangat besar, mulai dari peningkatan kualitas hidup, kesadaran kesehatan, keterampilan, hingga memperluas interaksi sosial,” terang Mariono.

 

Materi yang diajarkan pun beragam—mulai dari pendidikan kesehatan, latihan fisik, pelatihan keterampilan hidup, rekreasi, hingga konseling. Proses pembelajarannya memadukan metode ceramah, diskusi, praktik langsung, simulasi, outbound, hingga pemanfaatan teknologi, menyesuaikan kebutuhan para peserta.

 

Di balik angka dan data program, cerita personal dari para peserta justru menjadi warna tersendiri. Yusnaini dan Farida, dua peserta dari Desa Betung Kecamatan Abab, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang belum pernah mereka bayangkan sebelumnya.

BACA JUGA:  Pendampingan Hukum Bidang Datun, Puluhan Kades MoU dengan Kejari Purwakarta

“Banyak manfaat yang kami rasakan. Kami diajari mengecat, senam, kerajinan tangan, dan lain sebagainya,” ungkap keduanya, tersenyum bangga.

 

Gelaran wisuda ini bukan sekadar seremoni. Ia menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten PALI untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif bagi semua lapisan usia. Program Sekolah Lansia hadir sebagai ruang tumbuh yang memastikan para Lansia tetap aktif, produktif, dan bahagia dalam menjalani hari-hari mereka.

 

Di tengah langkah yang mungkin melambat, semangat mereka justru terus menguat. Sebab bagi para Lansia PALI, belajar bukan tentang usia—melainkan tentang keberanian untuk terus maju.

 

penulis: Syamsudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *