Menggali Warisan Leluhur: Festival Candi Bumi Ayu 2025 Sajikan Seni, Sejarah, dan Kearifan Lokal

Menggali Warisan Leluhur: Festival Candi Bumi Ayu 2025 Sajikan Seni, Sejarah, dan Kearifan Lokal

PALI — Festival Candi Bumi Ayu 2025, yang berlangsung pada 21–24 November 2025, kembali menghadirkan kemeriahan dengan berbagai sajian budaya, edukasi, dan pertunjukan seni. Pada hari ketiga, rangkaian kegiatan dipusatkan di Pentas Seni Kawasan Candi Bumi Ayu, Desa Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Minggu (23/11/2025).

 

Agenda ini digelar untuk memperkuat promosi potensi wisata, sejarah, dan budaya di kawasan Percandian Bumi Ayu.

Acara dibuka oleh H. Andre Fajar Wijaya, S.Si., M.Si., Asisten I Setda Kabupaten PALI, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa Festival Candi Bumi Ayu bukan sekadar hiburan, tetapi momentum pemersatu budaya dan pendorong ekonomi kreatif masyarakat.

BACA JUGA:  Rapat Mediasi Pemerintah Desa Air Itam bersama BPD Dengan Pihak PT Pertamina Hulu Energi Raja Tempirai

 

Festival ini adalah wadah bagi masyarakat untuk menampilkan kekayaan budaya sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda tentang sejarah Candi Bumi Ayu.

 

“Rangkaian kegiatan yang digelar selama empat hari ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan, membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal, serta menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap warisan sejarah yang dimiliki kawasan Percandian Bumi Ayu,” ujarnya.

 

Rangkaian kegiatan dimulai dengan Talkshow Sesi 1 bertema “Kawasan Percandian Bumiayu (Prospek Pengembangan Wisata)” menghadirkan narasumber Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Sondang M. Siregar, S.S., M.Si. Sesi ini membahas peluang besar kawasan percandian sebagai destinasi wisata sejarah unggulan di Sumatera Selatan.

BACA JUGA:  BANJIR LEMATANG TERJANG LIMA DESA DI TANAH ABANG — POLRI DAN PEMDA SALURKAN BANSOS UNTUK WARGA TERDAMPAK

 

Selanjutnya, Talkshow Sesi 2 bertajuk “Peran Serta Masyarakat dalam Pelestarian Cagar Budaya” dengan narasumber Mario Andramartik, yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga, merawat, dan mempromosikan warisan budaya daerah.

 

Salah satu kegiatan yang paling menyita perhatian adalah Festival Mencanting Batik, digelar di Pentas Seni Desa Bumi Ayu. Acara ini menghadirkan dua narasumber utama: Agus, penggiat batik, dan Dira, perwakilan Dekranasda Kabupaten PALI.

 

Pada sesi Coaching Clinic Mencanting, peserta mendapat pembelajaran langsung mengenai teknik dasar mencanting serta filosofi motif batik khas PALI.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan Festival Mencanting Batik, dipandu oleh kedua narasumber, sebagai upaya melestarikan seni membatik sekaligus mengenalkan batik PALI kepada generasi muda.

BACA JUGA:  Belum Dibangun Drainase, Warga Air Itam Timur Keluhkan Air yang Menggenangi Jalan

 

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya: Ketua TP PKK Kabupaten PALI, Dwi Septaria, S.E. Forkopimda Kabupaten PALI, Camat Tanah Abang Para Kepala Desa dan Ketua BPD se-Kecamatan Tanah Abang, Perwakilan Polres PALI, Tokoh masyarakat serta warga Desa Bumi Ayu dan sekitarnya.

 

Kehadiran para pejabat dan masyarakat menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya di Kabupaten PALI.

 

Festival Candi Bumi Ayu 2025 tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga pengalaman edukasi dan penguatan identitas budaya bagi seluruh peserta dan pengunjungnya. Sebuah perhelatan yang memperkaya wawasan, mempererat kebersamaan, serta membangkitkan kecintaan pada warisan leluhur. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *