Masjid Al-Kautsar: Ketika Amal Disatroni, Warga dan Polisi Bersatu Padu

PALI – Di jantung Desa Simpang Tais, Masjid Al-Kautsar Abdul Jalil berdiri sebagai oase spiritual bagi warga. Namun, ketenangan itu terusik ketika kotak amal, simbol kepercayaan dan kedermawanan, menjadi sasaran pencuri. Aksi yang terjadi pada Rabu malam, 27 November 2025, itu menyisakan luka sekaligus memicu semangat kebersamaan.

 

Sumardi (59), seorang warga yang sehari-hari mengurus masjid, menjadi orang pertama yang menyadari kejadian itu. “Saya kaget melihat gembok kotak amal rusak. Uang sumbangan yang seharusnya untuk kemaslahatan umat, raib entah ke mana,” ujarnya dengan nada prihatin.

 

Rekaman CCTV menjadi petunjuk berharga. Seorang pria yang awalnya terlihat beristirahat di dalam masjid, ternyata adalah aktor utama dalam aksi pencurian tersebut. Identitasnya kemudian terungkap: Jaka Hartudin (37), warga Desa Prue, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim.

BACA JUGA:  Pelatihan Peningkatan Kapasitas BPD ,Dan Perangkat Desa

 

Aparat Polsek Talang Ubi bergerak cepat. Dipimpin oleh Panit 1 Reskrim, Tim Elang diterjunkan untuk memburu pelaku. Penantian berakhir pada Senin, 1 Desember 2025. Jaka Hartudin kembali mendatangi Masjid Al-Kautsar, kali ini dengan niat yang sama: mencuri. Namun, warga yang sudah siaga segera menghubungi polisi.

 

“Kami tidak ingin kejadian serupa terulang. Masjid ini adalah rumah kami, tempat kami beribadah. Kami tidak akan membiarkan siapa pun merusaknya,” tegas seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA:  Razia Terpadu Tim UKL I Polres PALI Tegaskan Komitmen Tegakkan Hukum dan Wujudkan Kamtibmas Kondusif

 

Penangkapan Jaka Hartudin berlangsung tanpa perlawanan. Bersama pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk kotak amal kayu dan besi, serta sebuah stand mic berwarna hitam.

 

Kapolsek Talang Ubi, AKP Ardiansyah, S.H., mengapresiasi peran serta masyarakat dalam mengungkap kasus ini. “Keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa sinergi antara polisi dan masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujarnya.

 

Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Talang Ubi, menambahkan, “Kami akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan, terutama di tempat-tempat ibadah. Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polres PALI.”

BACA JUGA:  Kapolsek Penukal Abab Hadiri Rapat Pleno Rekapitulasi DPSHT di Kecamatan Abab, Begini Jelasnya

 

Kini, Jaka Hartudin harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Sementara itu, Masjid Al-Kautsar kembali berdenyut dengan aktivitas ibadah. Semangat kebersamaan dan kewaspadaan warga menjadi benteng kokoh untuk mencegah kejadian serupa terulang.

 

Kasus pencurian kotak amal di Masjid Al-Kautsar menjadi pelajaran berharga. Bahwa kejahatan bisa terjadi di mana saja, kapan saja. Namun, dengan kesigapan aparat kepolisian dan partisipasi aktif masyarakat, setiap ancaman dapat diatasi.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *