
PALI – Pelaksanaan seleksi calon atlet catur Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menuai sorotan dari sejumlah orang tua peserta. Mereka mempertanyakan proses penetapan atlet yang dinilai tidak sepenuhnya mengacu pada hasil peringkat akhir seleksi.

Polemik muncul setelah beberapa peserta yang menempati peringkat teratas di masing-masing kelompok umur justru tidak masuk dalam daftar enam atlet yang dinyatakan lolos sebagai atlet binaan PPLPD Kabupaten PALI. Pada seleksi tersebut, panitia menetapkan enam atlet yang terdiri dari tiga putra dan tiga putri, yakni Khaira Aleena Kapriaga, M. Farzani Adli, Athifa Azzahra Alqodri, Taqi Fawa Al-Batani, Akira Saputri Lia, dan Faiz Nabil Maulana.

Salah seorang orang tua peserta, Roni Paslah, mengaku kecewa atas hasil seleksi tersebut. Menurutnya, putranya, Alief Masyitoh, yang menempati peringkat kedua kelompok usia 13 tahun dengan raihan empat poin, justru tidak terpilih sebagai atlet binaan.
“Ini menimbulkan kekecewaan kami. Anak kami sudah maksimal mengikuti seleksi dan mendapat peringkat dua di U-13, tetapi tidak diambil sebagai calon atlet. Kalau seperti ini, seharusnya langsung ditunjuk saja, untuk apa ada seleksi,” kata Roni.

Ia juga menyoroti hasil seleksi kelompok usia 15 tahun yang hanya mengambil satu atlet, sementara kelompok usia 11 tahun justru mengambil Tiga atlet.
“Yang aneh lagi, di U-15 hanya diambil satu peserta, sedangkan U-11 diambil tiga peserta. Bahkan yang peringkat satu atas nama M. Almeer Kapriaga Untuk U -11 juga tidak terpilih. Ini yang membuat kami bingung,” ujarnya.
Senada dengan itu, Keluhan serupa juga disampaikan beberapa orang tua peserta lainnya yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia menilai hasil seleksi menimbulkan kesan tidak objektif.
“Ini sungguh zalim menurut kami. Kenapa terkesan tebang pilih? Yang lebih parah lagi, peserta yang meraih peringkat satu justru tidak terpilih menjadi atlet. Ada apa ini?” katanya.

Berdasarkan hasil seleksi, kelompok usia 15 tahun menempatkan Faiz Nabil Maulana sebagai peringkat pertama dengan lima poin, disusul Abdullah Maulana R empat poin. Pada kelompok usia 13 tahun, Taqi Fawa Al-Batani menjadi juara dengan lima poin, diikuti Alief Masyitoh empat poin dan Akira Saputri Lia tiga poin. Sementara kelompok usia 11 tahun dipimpin M. Almeer Kapriaga dan Khaira Aleena Kapriaga yang sama-sama mengoleksi 5,5 poin.
Menanggapi sorotan tersebut, Ketua Panitia Seleksi PPLPD Cabang Olahraga Catur Kabupaten PALI, Agus Susanto, menegaskan bahwa penetapan atlet tidak semata-mata berdasarkan perolehan poin selama seleksi.
“Kita mengambil enam atlet binaan, terdiri dari tiga laki-laki dan tiga perempuan. Dalam seleksi tidak mesti yang poin tertinggi kami ambil, karena ada beberapa pertimbangan, yaitu umur dan rekam jejak prestasi,” jelas Agus.
Ia menjelaskan, pada kelompok usia 15 tahun hanya diambil satu atlet, karena mempertimbangkan umur di tahun mendatang kemungkinan tidak bisa bergabung karena faktor umur makanya kami memperbanyak di U 11, sedangkan atlet putri tidak dipilih karena mempertimbangkan rekam jejak prestasi.
“Untuk U-15 hanya diambil satu, yaitu yang peringkat satu. Kenapa kita tidak memilih Anggun sebagai atlet perempuan U-15, karena berdasarkan rekam jejak dari berbagai perlombaan prestasinya menurun, sehingga kita mengambil atlet putri dari U-11. Untuk U-13 kami mengambil Akira Saputri, sedangkan di U-11, karena peringkat satu dan dua adalah kakak beradik, maka kami memilih satu atlet perempuan,” pungkasnya.(Syam)
