Hadir di Acara Tasyakuran Sedekah Adat Desa Curup, Ini Kata Kapolsek Tanah Abang 

Hadir di Acara Tasyakuran Sedekah Adat Desa Curup, Ini Kata Kapolsek Tanah Abang

PALI – Dalam upaya melestarikan tradisi dan memperkuat tali persaudaraan antar warga, Tasyakuran Sedekah Adat Masyarakat Desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang kembali digelar pada Rabu (9/10/2024) pagi.

Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 13.40 WIB ini menghadirkan berbagai tokoh penting daerah, termasuk jajaran Polsek Tanah Abang yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Arzuan, SH.

BACA JUGA:  Pererat Sinergi dan Tingkatkan Keamanan, Polsek Talang Ubi Sapa Masyarakat 

Tasyakuran tersebut menjadi momen penting bagi masyarakat Desa Sedupi dalam mengangkat kembali nilai-nilai kearifan lokal yang kian erat dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Acara ini juga dihadiri oleh Camat Tanah Abang, Darmawan, SH beserta stafnya, Kepala Desa Sedupi Amran Hafis, Ketua BPD Armawan, serta tokoh adat, agama, masyarakat, dan pemuda.

Tidak ketinggalan pula, calon Bupati dan Wakil Bupati Pali nomor urut 1, Devi Harianto, SH, MH, dan HM. Ferdinan, S, yang turut memeriahkan kegiatan ini.

BACA JUGA:  Polsek Penukal Utara Bagikan Takjil, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat di Bulan Ramadan

Dalam suasana khidmat dan kebersamaan, kegiatan berjalan lancar dan kondusif. Peserta yang hadir terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara, yang dipusatkan pada ritual adat dan doa bersama.

Dengan harapan agar Desa Sedupi tetap harmonis, aman, dan damai, acara ini menjadi simbol kuat persatuan antar masyarakat.

Kapolsek Tanah Abang, Iptu Arzuan, SH, menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam acara ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi serta wujud sinergi antara aparat keamanan dengan masyarakat.

BACA JUGA:  Polres PALI Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Begini Jelasnya 

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap masyarakat semakin mempererat kerjasama dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya.

Kegiatan Tasyakuran Sedekah Adat ini tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga sebagai momen refleksi bersama agar desa terus tumbuh menjadi lingkungan yang damai dan sejahtera.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *