PEMDES DAN BPD AIR ITAM TIMUR CROSCEK NAMA NAMA PEMILIK CERUCUP DI SEI. PENUKAL.
Keresahan warga Desa Air Itam timur dan Air Itam Barat, dengan permasalahan hadirnya usaha warga sebagai nelayan yang membuat Cerucup dan Penetak batang hari dengan alat waring atau setrimin.
pemdes Air itam timur di Komandoi langsung oleh Kepala Desa nya Alamsya Makmun Croscek ke lapangan.
Akhir Akhir ini Masyarakat makin mengeluhkan betapa sulitnya untuk mencari ikan. pada hal kita punya batang hari kaya akan ikan.
tapi kenyataannya untuk lauk sehari hari membeli ikan dari daerah lain seperti ikan kerambah atau ternak.
juga bagi pengemin lelang lebak lebung yang biasanya di adakan dalam setiap tahunnya,merasa rugi karna ikan tidak ada.
karna keluhan warga sudah beberapa tahun makin merosot penghasilan mereka
membuat Pemdes dan BPD serta ketua Bumdes Air itam Timur Croscek ke lapangan.
( rabu 5 oktober 2022)
Diareal Wilaya Air Itam timur batas Sungai Dalam, sampai ke sungai Musi.itu kiri kanan sei penukal berjejer Cerucup yang sudah terpasang dari tahun tahun yang lalu.dalam setiap tahunnya mereka perbaiki bahkan ada yg membuat baru.
Pemilik cerucup ini bukan dari warga Air Itam sendiri, tetapi ada juga dari beberapa Desa.
seperti,warga Tempirai,warga Desa gardu harapan,Desa Tanjung Agung,(Muara penukal.)
Usaha seperti ini selain merugikan orang lain juga merugikan pemerintah.karna Inkam desa atau Daerah tidak ada sama sekali di karnakan tidak di lelang.
waktu ke lapangan ada warga yang kami konfirmasi tentang keadaan saat ini sebagai nelayan bernama Pak Daud.beliau mengatakan.untuk saat ini cari ikan kecil saja lagi susah.mungkin ikan akan puna.sebab tidak bisa berkembang biak lagi, anaknya baru netas saja bila masuk lulung cerucup pasti lah dapat.
karna waring itu seperti jarit kelambu nyamuk sangking halusnya .
jelas pak Daud.
Ini baru satu permasalahan ikan di sei penukal makin Punah.
belum lagi Alat sentrum,yang membuat Ikan toman sejenis ikan gabus hampir puna peradapan nya. di tambah lagi Racun yang sering di lakukan oleh oknum yang tidak perna memikirkan tentang akan punanya habitat Air.
belum lagi airnya sudah tercemar oleh aliran limbah dari Perusahan dan terhubung nya air rawa rawa( paye) akibat Normalisasi batang hari.yang tambah membuat ikan tidak betah tinggal di sungai penukal.karna airnya berwarna hitam kecolatan.jika ada Dinas lingkungan hidup mungkin perlu airnya di uji lab.
Untuk mengatasi ancaman yang membuat punanya peradaban Ekosistem Air,dan juga untuk meredam keresahan Masyarakat, serta akan meningkatnya Inkam Desa dan Daerah.
Sepertinya Pemdes dan Pemkab PALI Perlu Buat Perda/ Perdes Sesegerah Mungkin.tentang larangan Cerucup.
kalau aturan yang lain sudah ada tinggal lagi memberi info sesering mungkin aturan tsb.
Jika memang sudah ada Perda nya. semua para pengemin lelang lebak lebung berharap untuk di jalankan. juga perlu dalam setiap tahunnya ada bentuk dari Oprasional turun ke lapangan.Baik dari Kecamatan dan Kabupaten.
( ujar para pengemin.)
jika sering turun kelapangan tentunya para pelangar hukum akan berkurang untuk berbuat yang telah di larang.
Sepertinya kami tidak ada pemerintah yang memperhatikan urusan sungai.tetapi sewaktu lelang banyak juga yang pakaian seragam pemerintah .
tutup pengemin yang tidak mau di sebutkan namanya sambil tersenyum kecut dan terus berlalu dari hadapan kami.
Dan untuk batang hari Danau sudah kedua kalinya Pemdes dan BPD Air Itam turun ke lapangan ke tempat pak Ibrahim.
namun kali ini Pemdes Dan BPD tidak sia sia.karna bertemu langsung denagan Pak Ibrahim nya.
usaha pak Ibrahim memasang Waring atau Setrimin yang melintang atau menetak Sungai batang hari di seputaran Danau.
jadi ikan tidak bisa masuk ke hulu sungai pasti mentok pada tebat atau penetak yang dia buat.
selain ikan tidak bisa berkembang biak di hulu hulu sungai.dan juga menghabat kelancaran hubungan perairan.
Beliau di nasehati Pak Kades Alamsyah Makmun.agar sadar hukum,telah menghabat perairan sungai yang sudah di Normalisasi oleh pemerintah dengan biaya Milyaran rupiah.agar perairan sungai tetap lancar.
Pak Ibrahim sadar dan Dia siap untuk membongkarnya sendiri. Sewaktu Pemdes lagi di tempat pak Ibrahim mulai membongkar Penetak yang dia bangun di tahun tahun yang lalu.
Pak kades berharap agar jangan ada lagi warga yang lainnya, Membuat usaha seperti pak Ibrahim. jika masih ada Pemdes tidak lagi ke lapangan,mungkin langsung menyurati pihak yang berwajib untuk di proses secara hukum.
selama ini Pemdes menunggu kesadaran warga itu sendiri.kalau bisa jangan sampai bersentuhan dengan hukum.
ujar pak Kades….
“saya tidak mau di bilang kejam,tapi jika warga tidak mengindahkan aturan bahkan menghambat dan merugikan orang banyak, ya mau tidak mau aturan nya yang di jalankan ” tegas kades
“Jika warga tidak menetak batang hari lagi, Insyah Allah ikan akan masuk sampai ke hulu hulu sungai.
dan masyarakat yang lain bisa menikmati juga hasil dari pencarian nya seperti tangkul,sengkirai dan lain-lain,” tutup pak Kades.
penulis
(Darmadi)
