Meriahkan Tahun Baru Islam 1446 H dan Hari Jadi Purwakara ke 193, Pemkab Purwakara Gelar Doa Bersama dan Pawai Obor

Meriahkan Tahun Baru Islam 1446 H dan Hari Jadi Purwakara ke 193, Pemkab Purwakara Gelar Doa Bersama dan Pawai Obor

POTRETANDALAS.COM – Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengadakan doa bersama dan pawai obor untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1446 Hijriah pada Sabtu, 6 Juli 2024.

Selain merayakan Tahun Baru Islam 1446 Hijriah, kegiatan doa bersama dan pawai obor juga diadakan untuk memeriahkan Hari Jadi Purwakarta yang ke-193 dan Kabupaten Purwakarta yang ke-56 di tahun 2024.

Doa bersama untuk menyambut Tahun Baru Islam 1446 Hijriah diadakan di Masjid Agung Baing Yusuf, sementara pawai obor dimulai dari depan MPP Bale Madukara hingga ke perempatan Pemda Kabupaten Purwakarta.

BACA JUGA:  Wakil Bupati Iwan Tuaji, Tinjau Lokasi Operasional PT. Betung Selo Pali  Energi

Sekretaris Daerah Kabupaten, Norman Nugraha, menjelaskan bahwa doa bersama dan pawai obor merupakan agenda tahunan Pemkab Purwakarta untuk menyambut Tahun Baru Islam.

Norman menambahkan bahwa kegiatan hari ini dimulai dengan doa akhir tahun setelah Salat Ashar, dilanjutkan dengan doa awal tahun setelah Salat Magrib, dan diakhiri dengan pawai obor pada malam hari.

Norman berharap bahwa kegiatan ini, yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1446 Hijriah dan peringatan Hari Jadi Purwakarta ke-193 serta Kabupaten Purwakarta ke-56, dapat memberikan berkah bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Purwakarta.

BACA JUGA:  Pemkab Purwakarta Siagakan Ribuan Personil untuk Menghadapi Ancaman Bencana Karhutla dan Kekeringan di Tahun 2024

Pemkab Purwakarta berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selama momen Tahun Baru Islam 1446 Hijriah dan peringatan Hari Jadi Purwakarta ke-193 serta Kabupaten Purwakarta ke-56.

“Itulah yang menjadi harapan utama kami, oleh karena itu kami memohon dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Purwakarta agar dapat bekerja sama dengan kami dalam upaya memberikan pelayanan yang terbaik,” ungkap Norman.

Hanya untuk informasi, peserta pawai obor berasal dari berbagai unsur, seperti perangkat daerah, kecamatan, desa, kelurahan, serta keluarga Kementerian Agama dan pondok pesantren di seluruh Kabupaten Purwakarta. (zul)