Pedagang Area Candi Borobudur Sepi Pengunjung, Ini Penyebabnya

POTRETANDALAS.COM– Wisata Candi Borobudur sudah buka, tapi para pedagang suvenir di objek wisata tersebut masih sepi pembeli. Beberapa lapak pedagang pun ada yang belum buka.

Salah satu penjual suvenir, Maryati, mengatakan, belum bisa meraup pendapatan lebih karena pengunjung belum banyak. Dalam sehari ia mengaku paling hanya tiga sampai empat pembeli.

Meski begitu ia bersyukur karena bisa memperoleh pendapatan setelah sebelumnya menganggur karena Candi Borobudur tutup.

BACA JUGA:  Menggali Warisan Leluhur: Festival Candi Bumi Ayu 2025 Sajikan Seni, Sejarah, dan Kearifan Lokal

Sekarang sehari pendapatan tidak menentu. Kadang laku, kadang tidak. Kalau dirata-rata sehari paling pendapatan kotor sekitar Rp 60 ribu,” ujar Siti kepada Jawa Pos Radar Magelang,  Kamis (23/9/2022).

Ia menjelaskan untuk bisa kembali berjualan di kompleks Candi Borobudur, pedagang harus terlebih dahulu menunjukkan kartu vaksin maupun surat keterangan sehat.

BACA JUGA:  Adanya Tambang Batu Bara, Kurangi Pengangguran dan Sumber Rezeki Para Pedagang, Segini Untung Sehari

Kata Siti, beberapa rekan sesama pedagang suvenir belum semua kembali berdagang. Karena suasana pengunjung masih sepi. Terlebih jam buka hanya sampai pukul 15.00.

“Saya tetap jualan biar ada pendapatan. Karena masih sepi, beberapa pedagang ada yang masih di rumah saja dan berjualan sayur di pasar,” ungkapnya.

Senada disampaikan Indah, pedang suvenir lainnya. Ia mengaku sehari hanya ada sekitar dua pembeli. “Kalau yang ramai pas akhir pekan, pembeli ada sekitar empat orang,” katanya.

BACA JUGA:  Jangan Beli Set Top Box Abal, Ini Daftar Harga Yang Resmi

Menurutnya aturan yang ketat tentang vaksinasi dan harus memakai aplikasi PeduliLindungi kemungkinan membuat para pengunjung belum banyak yang datang ke Candi Borobudur.

“Ya mending lah Candi Borobudur sudah buka, jadi ada pendapatan. Daripada kemarin tutup,” jelas Indah. dikutip dari RadarSemarang.id(red)