PPDB di SD Negeri 18 Tungkal Ilir Diduga Sarat Pungli, Peran Komite Sekolah Dipertanyakan

Banyuasin –Potretandalas.com– Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SD Negeri 18 Keluang, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin menuai sorotan publik. Berdasarkan pantauan tim di lapangan, kuat dugaan terdapat praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak sekolah dalam pelaksanaan PPDB tahun 2024.

 

Mirisnya, peran komite sekolah yang seharusnya dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan terkait biaya pendidikan, justru tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Padahal, sesuai aturan, kepala sekolah hanya berperan sebagai pengawas sementara kebijakan pungutan dan dukungan dana sekolah harus melalui persetujuan serta mekanisme komite.

BACA JUGA:  Beli Emas Aman dan Terpercaya, Toko Emas Ratu Jaya Tetap Ramai Meski Harga Berfluktuasi

 

Seorang wali murid yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa siswa baru diwajibkan membayar sejumlah biaya. “Untuk seragam olahraga dikenakan Rp250 ribu, sedangkan sampul rapor Rp50 ribu per siswa,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Luar Biasa Polsek Sanga Desa Polres Muba, Dalam Seminggu Upaya Persuasifnya, 19 Tungku Penyulingan Minyak Illegal dibongkar Secara Mandiri.

 

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, mengingat pendidikan dasar negeri seharusnya bebas dari pungutan liar yang membebani wali murid. Selain itu, kebijakan sepihak tanpa melibatkan komite sekolah diduga melanggar aturan yang berlaku dalam tata kelola pendidikan.

BACA JUGA:  Mitigasi Bencana, Bupati Purwakarta Gelar Pasukan Siaga Darurat Bencana

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepala sekolah SD Negeri 18 Keluang belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pungli tersebut.(Aribadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *