Kayuagung -Potretandalas.com- Kondisi jalan protokol Mangunjaya, yang mestinya menjadi etalase utama aktivitas ekonomi dan wajah kota Kayuagung, kini justru berubah menjadi genangan luas layaknya kolam ikan.
Warga menuding kerusakan ini bukan sekadar akibat alam, melainkan buah dari proyek drainase dan gorong-gorong yang dikerjakan asal-asalan.
Genangan air kotor yang meluap dari got tersumbat membuat jalan penuh lumpur, bau tak sedap, hingga mengundang kemacetan. Para pengguna jalan terpaksa berebut mencari jalur kering, sementara pedagang di kawasan pertokoan merugi karena pembeli enggan melintas di jalan yang kumuh itu.
“Sejak pembangunan jalan tol dulu, jalan ini sudah bermasalah. Pernah amblas akibat dilalui kendaraan berat melebihi kapasitas.
Sudah beberapa kali diperbaiki, tapi tidak pernah benar-benar selesai. Semua hanya tambal sulam,” keluh seorang pedagang setempat.
Warga menilai, pihak terkait selama ini hanya menutup mata. Perbaikan yang dilakukan tidak pernah menyentuh akar masalah: gorong-gorong cepat rusak, saluran drainase tidak terkoneksi baik, hingga aliran limbah mandek dan meluber ke jalan.
Jika dibiarkan, kondisi ini bukan hanya mencoreng wajah kota Kayuagung sebagai ibu kota Semarang bagi warga sekitar.
Masyarakat menegaskan, pemerintah harus segera bertindak tegas: bukan sekadar perbaikan kosmetik, tetapi evaluasi menyeluruh terhadap kontraktor dan pihak yang bertanggung jawab.
Jika terus dibiarkan, jalan protokol yang seharusnya membanggakan warga justru akan terus menjadi simbol kelalaian dan ketidakpedulian pemerintah terhadap rakyatnya'(Ari Badi)
