KONI PALI Layangkan Protes Resmi ke PB Porprov Sumsel, Soroti Dugaan Penggelembungan Medali di Cabor Angkat Besi

PALI, PotretAndalas.com — Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan 2025 di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali diwarnai kontroversi. Kali ini, dugaan ketidaksesuaian muncul pada cabang olahraga (cabor) angkat besi, setelah jumlah medali emas yang dibagikan tidak sesuai dengan hasil keputusan Chef de Mission (Cdm) Meeting sebelumnya.

 

Berdasarkan keputusan resmi Cdm, cabor angkat besi hanya memperebutkan 19 medali emas, 19 perak, dan 19 perunggu. Namun, hingga pelaksanaan berlangsung, jumlah medali emas justru membengkak menjadi 57 medali, sehingga total medali emas Porprov yang seharusnya 697 berubah menjadi 735.

BACA JUGA:  Hadir di Upacara Renungan Suci Taman Makan Pahlawan, Ini Pesan Kapolres PALI 

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua KONI Kabupaten PALI M. Firman Irpama, S.Pd., M.Pd., menyatakan pihaknya telah resmi melayangkan surat protes kepada Panitia Besar (PB) Porprov Sumsel pada Rabu malam (22/10/2025).

 

“Kami sudah masukkan surat protes malam ini kepada PB Porprov Sumsel terkait kejanggalan di cabor angkat besi. Dalam Cdm Meeting, cabor ini hanya memperebutkan 19 medali emas, tetapi hingga saat ini sudah 57 medali emas dibagikan,” ujar Firman Irpama.

Ia menegaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan perolehan medali oleh kabupaten atau kota lain, namun mempertanyakan asal-usul tambahan jumlah medali tersebut.

BACA JUGA:  Serius Berantas Narkoba, Polres PALI Gelar Razia dan Tes Urin Untuk Semua Golongan Masyarakat 

 

“Kami tidak mempermasalahkan medali itu dibagikan ke mana saja, tapi yang kami pertanyakan adalah bagaimana 19 medali bisa berubah menjadi 57. Ini jelas tidak sesuai dengan keputusan awal,” tegasnya.

 

 

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa IIR itu mengingatkan agar semangat Porprov tidak dicederai dengan praktik yang merusak nilai sportivitas.

 

“Porprov ini seharusnya menjadi ajang pembinaan, bukan ajang kecurangan. Kalau seperti ini, marwah olahraga terciderai,” ujarnya saat ditemui usai mengantar surat protes.

 

Ia juga berharap agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

BACA JUGA:  Pimpin Razia Akhir Pekan, Ini Kata Kapolsek Tanah Abang 

 

“Porprov ini bertujuan membina atlet kabupaten dan kota agar ke depan bisa mewakili Sumatera Selatan di ajang nasional. Jangan sampai tujuan itu ternoda,” tambahnya.

Sementara itu, Yakrus dari KONI Sumatera Selatan membenarkan bahwa surat protes dari KONI PALI bukan yang pertama diterima.

 

“Sebelumnya KONI Palembang juga sudah melayangkan surat terkait persoalan yang sama. Kami berharap masalah ini diselesaikan di tingkat cabor terlebih dahulu. Jika tidak selesai, akan dibawa ke dewan hakim,” ujarnya.(Syam).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *