PALEMBANG — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Polda Sumatera Selatan menggelar program Gerakan Pangan Murah Polri secara serentak di berbagai wilayah di Sumatera Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan di 47 titik yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota guna membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
Dalam program tersebut, Polda Sumsel bekerja sama dengan Perum Bulog serta pemerintah daerah menyalurkan sekitar 135,5 ton beras kepada lebih dari 20 ribu warga. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional menjelang momentum Lebaran.
Kapolda Sumsel Sandi Nugroho memimpin langsung kegiatan pemusatan Gerakan Pangan Murah yang digelar di halaman Gudang Bulog Sukamaju, Kecamatan Sako, Kota Palembang, Jumat pagi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, unsur Forkopimda, perwakilan Kodam II/Sriwijaya, Kejaksaan Tinggi Sumsel, serta jajaran pimpinan Perum Bulog wilayah Sumselbabel.
Dalam sambutannya, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan persoalan strategis yang berkaitan erat dengan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, ketersediaan serta keterjangkauan harga bahan pokok menjelang Idul Fitri sangat berpengaruh terhadap situasi kamtibmas.
Ia menyebutkan, melalui Gerakan Pangan Murah ini, Polri berupaya memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sehingga mampu menekan potensi gejolak harga di pasaran.
“Ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial masyarakat. Karena itu Polri hadir untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjangkau,” ujarnya.
Pada pelaksanaan tahun 2026 ini, distribusi beras dilakukan melalui 47 titik yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Khusus di lokasi pemusatan di Gudang Bulog Sukamaju, sekitar 10 ton beras disediakan bagi masyarakat dalam bentuk paket penjualan.
Selain beras, setiap pembelian juga disertai bonus bahan kebutuhan rumah tangga seperti minyak goreng, gula, maupun kecap sebagai bentuk dukungan tambahan bagi masyarakat.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumselbabel Mersi Windrayani menjelaskan bahwa Gudang Bulog Sukamaju memiliki kapasitas penyimpanan hingga sekitar 21 ribu ton beras. Saat ini stok yang tersedia mencapai sekitar 16 ribu ton, ditambah persediaan minyak goreng sebanyak 259.560 liter.
Bulog juga tengah melaksanakan penugasan dari Badan Pangan Nasional untuk menyalurkan bantuan pangan kepada 968.499 penerima manfaat di Sumatera Selatan dengan total alokasi sekitar 19.369 ton beras pada periode Februari hingga Maret 2026.
Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi langkah Polri yang dinilai membantu pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu mengantisipasi lonjakan harga sekaligus menekan potensi panic buying di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan Bulog sangat penting dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Lebaran,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah yang digelar serentak ini merupakan bagian dari implementasi program Presisi Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan, kehadiran Polri tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk sektor pangan.
Melalui program ini, Polda Sumatera Selatan berharap masyarakat dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan kondisi ekonomi yang lebih stabil sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.(Red)
