PALI — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Penukal Utara pada Jumat malam, 4 April 2026, membawa kecemasan bagi warga Desa Prabumenang. Sekitar pukul 23.00 WIB, air sungai yang meluap perlahan memasuki permukiman, merendam rumah-rumah warga dan memaksa sebagian keluarga berjaga sepanjang malam untuk menyelamatkan barang-barang berharga.
Di tengah situasi yang penuh kekhawatiran itu, harapan datang keesokan harinya. Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Dinas Sosial menunjukkan respons cepat dengan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir pada Minggu, 5 April 2026. Kehadiran aparat pemerintah di lokasi menjadi bukti nyata bahwa masyarakat tidak menghadapi musibah ini sendirian.
Sedikitnya tujuh rumah warga dilaporkan terdampak akibat luapan air yang dipicu curah hujan tinggi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, genangan air cukup mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan kerugian material. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Sejak pagi hari, tim Dinas Sosial Kabupaten PALI turun langsung ke lokasi, didampingi Pemerintah Desa Prabumenang serta Ketua dan anggota TP PKK Desa Prabumenang. Sinergi lintas unsur terlihat nyata di lapangan, mulai dari proses pendataan warga terdampak hingga distribusi bantuan secara langsung dari rumah ke rumah.
Bantuan sosial yang disalurkan merupakan bentuk perhatian dari Bupati PALI kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Berbagai kebutuhan logistik diserahkan, di antaranya kasur, terpal, family kit, selimut, serta paket sembako untuk menunjang kebutuhan sehari-hari warga terdampak banjir.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten PALI menegaskan bahwa kecepatan penanganan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya saat terjadi bencana.
“Kami memastikan bantuan segera diterima masyarakat yang membutuhkan. Ini bentuk kehadiran pemerintah di tengah warga, terutama dalam situasi darurat seperti ini,” ujarnya.
Dalam proses penyaluran bantuan, sejumlah unsur turut terlibat aktif, di antaranya Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), serta perangkat desa setempat. Kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama dalam memastikan seluruh bantuan tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran.
Selain memberikan bantuan, Pemerintah Kabupaten PALI juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. Warga diminta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila muncul kondisi darurat, sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Musibah banjir di Desa Prabumenang menjadi pengingat bahwa bencana dapat datang kapan saja. Namun di balik itu, kehadiran pemerintah yang sigap dan kepedulian antar warga menunjukkan bahwa solidaritas tetap menjadi kekuatan utama dalam menghadapi setiap cobaan.(Syam)

