
PALI,PA-Pagi di KM 36, Desa Lunas Jaya, Kecamatan Tanah Abang, tidak pernah benar-benar sepi. Deru mesin truk pengangkut batubara kerap memecah keheningan, meninggalkan jejak debu yang perlahan menempel di rumah, halaman, kebun,ladang, hingga udara yang dihirup warga setiap hari. Namun dalam beberapa hari terakhir, suasana terasa berbeda. Harapan mulai tumbuh setelah pemerintah daerah turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap aktivitas hauling batubara di wilayah tersebut.
Bagi masyarakat Lunas Jaya, kehadiran Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bukan sekadar agenda formal. Sidak itu dipandang sebagai tanda bahwa keluhan yang selama ini mereka suarakan akhirnya didengar.
Heri, seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi stockpile batubara milik PT Servo Lintas Raya, masih mengingat jelas momen ketika rombongan pemerintah datang meninjau langsung kondisi di lapangan. Baginya, peristiwa itu menjadi titik balik setelah bertahun-tahun masyarakat hidup berdampingan dengan dampak aktivitas batubara.
“Ini pertama kalinya kami melihat pemerintah benar-benar turun dan melihat sendiri kondisi di sini. Selama ini kami hanya menyampaikan keluhan, tapi jarang ada tindakan nyata. Makanya ketika sidak dilakukan, kami merasa ada harapan,” ujar Heri, Minggu (5/4/2026).
Selama hampir satu dekade, warga Lunas Jaya telah berjuang menghadapi persoalan lingkungan yang mereka nilai semakin terasa dari tahun ke tahun. Debu batubara, kebisingan truk, hingga kekhawatiran terhadap kesehatan menjadi bagian dari keseharian yang sulit dihindari. Namun mereka tidak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari menyampaikan aspirasi hingga menggandeng organisasi masyarakat dan media untuk menyuarakan kondisi yang mereka alami.
Siasan, salah satu warga yang aktif dalam gerakan lingkungan di desa tersebut, menuturkan bahwa perjuangan masyarakat telah berlangsung sejak sekitar tahun 2017. Ia menyebutkan, selama itu pula warga terus berupaya mencari perhatian dan solusi dari berbagai pihak.
“Sejak dulu kami berjuang bersama banyak elemen, dari organisasi kepemudaan sampai insan pers. Kami tidak hanya menyampaikan keluhan, tapi juga berharap ada perubahan nyata. Sekarang ketika pemerintah mulai bergerak, tentu kami mendukung,” katanya.
Ia menilai, langkah cepat pemerintah daerah, khususnya Wakil Bupati PALI bersama organisasi perangkat daerah (OPD), menjadi sinyal positif bagi masyarakat. Kehadiran pemerintah di lapangan dinilai sebagai bentuk keseriusan dalam menindaklanjuti persoalan yang selama ini menjadi sumber keresahan warga.
Namun di tengah dukungan tersebut, masyarakat juga mengingatkan pentingnya menjaga fokus pada solusi, bukan memperuncing perdebatan. Siasan menilai, persoalan lingkungan yang dihadapi warga tidak seharusnya dijadikan bahan konflik narasi atau kepentingan tertentu.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang peduli. Tapi jangan sampai penderitaan masyarakat dijadikan bahan perdebatan. Yang kami butuhkan adalah solusi, bukan polemik,” tegasnya.
Dalam pandangan warga, sidak yang dilakukan pemerintah merupakan bagian dari tanggung jawab dalam memastikan setiap aktivitas industri berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat. Mereka percaya pemerintah memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan, evaluasi, hingga penegakan aturan apabila ditemukan pelanggaran.
Harapan masyarakat kini tertuju pada langkah lanjutan setelah sidak dilakukan. Mereka ingin proses pengawasan berjalan konsisten dan transparan, termasuk kemungkinan evaluasi izin operasional, pemberian sanksi jika terbukti melanggar, serta upaya pemulihan lingkungan yang terdampak.
Bagi warga Lunas Jaya, persoalan ini bukan sekadar soal aktivitas industri, melainkan tentang masa depan lingkungan dan kualitas hidup mereka. Prinsip “salus populi suprema lex esto” — keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi — menjadi harapan yang ingin mereka lihat diwujudkan dalam kebijakan nyata.
Di tengah debu yang masih beterbangan dan truk yang terus melintas, masyarakat Lunas Jaya kini menaruh optimisme baru. Mereka berharap langkah pemerintah tidak berhenti pada sidak semata, tetapi menjadi awal dari perubahan yang benar-benar dirasakan.
Sebab bagi warga, harapan itu sederhana: udara yang lebih bersih, lingkungan yang lebih sehat, dan kehidupan yang lebih layak bagi generasi yang akan datang.(Syam)
