Diduga Akibat NCB/Meteran Listrik Meledak, Rumah Warga Mangunjaya Ludes Terbakar
Kayuagung-Potretandalas.com- Sebuah rumah milik warga di Kelurahan Mangunjaya, RT 07, dilalap si jago merah dalam peristiwa kebakaran hebat yang terjadi secara tiba-tiba dan menggemparkan warga setempat. Kebakaran diduga kuat dipicu korsleting listrik yang menyebabkan NCB atau meteran listrik meledak.
Rumah yang terbakar diketahui milik Akik Cikyam, seorang warga yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang batu. Api dengan cepat membesar dan menjulang tinggi, membuat warga sekitar tidak sempat menyelamatkan harta benda di dalam rumah.
Menurut keterangan warga, kebakaran terjadi begitu mendadak. Salah satu tetangga korban, Jebet, mengaku mendengar suara ledakan keras sebelum api membesar.
“Awalnya terdengar ledakan sangat keras, suaranya sampai terdengar kurang lebih 100 meter hingga ke jalan raya. Setelah itu api langsung membesar,” ujar Jebet saat dimintai keterangan.
Dalam hitungan menit, kobaran api sudah melahap hampir seluruh bagian rumah. Warga sekitar berusaha memadamkan api secara mandiri dengan peralatan seadanya, bergotong royong demi mencegah api merembet ke rumah lain. Namun besarnya api membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal.
Kurang dari 30 menit sejak kejadian, pihak media langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran melalui seorang rekan yang sedang bertugas di Satpol PP, yakni Pilik, yang saat ini juga diketahui menjabat sebagai pejabat pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Meski demikian, mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi setelah api berhasil meluluhlantakkan rumah korban. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Peristiwa ini sontak mengguncang psikologis warga sekitar, mengingat api membesar begitu cepat dan ledakan yang terdengar sangat keras. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun korban mengalami kerugian material yang ditaksir cukup besar.
Warga berharap kejadian ini menjadi peringatan serius akan bahaya instalasi listrik yang tidak standar, serta meminta pihak terkait untuk lebih sigap dalam penanganan kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk.(Aribadi)
