Jaga Toleransi Umat Beragama, Ini yang Dilakukan Polsek Penukal Abab

Jaga Toleransi Umat Beragama, Ini yang Dilakukan Polsek Penukal Abab

PALI – Dalam semangat menjaga toleransi dan ketenangan beribadah, Polsek Penukal Abab melaksanakan pengamanan ketat pada peringatan Jumat Agung yang diselenggarakan di Rumah Ibadah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Desa Gunung Raja, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI, Jumat (18/4/2025) pagi.

Kegiatan ibadah yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB ini merupakan peringatan Wafatnya Isa Al-Masih, yang dikenal umat Kristiani sebagai hari penyaliban Yesus Kristus dan kematiannya di Bukit Golgota.

BACA JUGA:  Kurang dari Sepekan, Terduga Pelaku Curanmor Berhasil Diamankan Unit Reskrim Polsek Penukal Abab 

Dalam suasana khidmat dan penuh penghormatan, jemaat GPDI menjalankan rangkaian ibadah dengan rasa aman berkat kehadiran aparat kepolisian.

Pengamanan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Kapolres PALI Nomor: Sprin/26/IV/Pam.3./2025 tertanggal 16 April 2025.

Dipimpin langsung oleh Kapolsek Penukal Abab, AKP Dedy Kurnia, S.H., kegiatan pengamanan diawali dengan apel pagi yang juga diikuti oleh para Kanit dan seluruh personel Polsek Penukal Abab.

BACA JUGA:  Kabupaten PALI Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis untuk 3.077 Siswa, Wujudkan Generasi Sehat dan Berkualitas

Sebagai bentuk profesionalisme dan kewaspadaan, sebelum ibadah dimulai, dilakukan pemeriksaan dan sterilisasi ruang ibadah untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan serta menjamin keamanan seluruh jemaat.

AKP Dedy Kurnia menegaskan pentingnya kegiatan pengamanan ini sebagai bentuk nyata komitmen Polri dalam melindungi hak beribadah setiap warga negara.

“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman, tanpa rasa khawatir,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pawas IPDA Sefryanto S.H Cek Tahti Pastikan Pelayanan Personil Polres PALI 

Selama berlangsungnya ibadah, personel kepolisian berjaga di titik-titik strategis sekitar gereja.

Tidak ditemukan gangguan keamanan, dan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar hingga selesai.

Kehadiran aparat dalam kegiatan keagamaan ini menjadi simbol sinergi damai antara masyarakat dan kepolisian, sekaligus mencerminkan nilai-nilai toleransi yang terus dijaga di Kabupaten PALI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *