PALI — Deru kendaraan yang kembali melintas di atas Jembatan Rentes 10 dan Jembatan Rentes 16 menjadi penanda bangkitnya akses vital masyarakat Desa Pengabuan dan Desa Pengabuan Timur, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Jembatan yang selama ini dinantikan perbaikannya itu kini kembali berfungsi, membawa harapan baru bagi para petani dan roda perekonomian desa.
Perbaikan dan pembangunan dua jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi PT Pertamina EP Zona 4 Adera Field dan PT Medco E&P, yang mendapat apresiasi luas dari DPRD Kabupaten PALI serta pemerintah desa setempat.
Bagi masyarakat Abab, Jembatan Rentes bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah urat nadi kehidupan—penghubung utama menuju lahan persawahan, jalur distribusi hasil panen, hingga akses aktivitas sosial warga sehari-hari.
Ketua DPRD Kabupaten PALI, H. Ubaidillah, S.H., yang juga merupakan putra asli Desa Pengabuan dan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Kecamatan Abab, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada kedua perusahaan.
“Pembangunan Jembatan Rentes ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para petani. Akses menjadi lancar, aktivitas sehari-hari lebih mudah, dan ini tentu berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga,” ujar Ubaidillah.
Senada dengan itu, Afias, A.Pr., S.H., Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten PALI yang juga berasal dari Dapil V dan putra Pengabuan, menilai keberadaan jembatan tersebut membawa perubahan nyata bagi kehidupan desa.
“Jembatan ini akses penting. Dengan kondisi yang lebih baik, kegiatan pertanian bisa berjalan optimal, distribusi hasil panen lebih cepat, dan aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak,” katanya.
Dari sisi pemerintah desa, rasa syukur pun tak terbendung. Kepala Desa Pengabuan, Supriyanto, S.H., menyebut bahwa perbaikan jembatan ini merupakan jawaban atas kebutuhan lama masyarakat.
“Jembatan ini sudah lama dinantikan. Alhamdulillah, berkat sinergi antara pemerintah desa, DPRD PALI, serta pihak perusahaan, kini akses menuju sawah dan aktivitas warga menjadi jauh lebih mudah,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Kepala Desa Pengabuan Timur, Ivey Sastra, Am.Kep. Ia menekankan bahwa manfaat jembatan kini benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus mengajak warga untuk ikut menjaga aset tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga jembatan ini. Jangan sampai fasilitas yang sudah bagus ini rusak karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas Ivey.
Meski dua jembatan utama telah diperbaiki, DPRD PALI dan pemerintah desa masih menyimpan harapan. Beberapa titik Jembatan Rentes lainnya yang kondisinya belum memadai diharapkan dapat segera menyusul untuk diperbaiki, demi memastikan seluruh akses pertanian dan transportasi warga benar-benar aman dan layak.
Lebih dari itu, perbaikan Jembatan Rentes menjadi contoh nyata bahwa sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat—membangun bukan hanya jembatan fisik, tetapi juga jembatan harapan bagi kesejahteraan warga PALI.(Syam/Waneli)
