LSM TRINUSA Siapkan Aksi Demonstrasi, Soroti Proposal Permintaan Dana Safari Ramadan di Babat Toman
Musi Banyuasin – Polemik beredarnya proposal permohonan bantuan dana yang diduga dibuat oleh Camat Babat Toman memicu reaksi dari kalangan masyarakat sipil. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TRINUSA (Triga Nusantara Indonesia) menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis, 12 Maret 2026, guna meminta penjelasan terbuka terkait dokumen tersebut.
Proposal yang beredar di tengah masyarakat itu diketahui berisi permintaan bantuan dana sebesar Rp56,7 juta. Dokumen tersebut disebut-sebut ditujukan kepada sejumlah perusahaan serta pengusaha minyak yang beroperasi di wilayah Kecamatan Babat Toman dan sekitarnya.
Dalam isi proposal, dana yang dimohonkan disebutkan untuk mendukung kegiatan kunjungan Safari Ramadan Bupati Musi Banyuasin di Kecamatan Babat Toman.
Beredarnya dokumen tersebut dengan cepat menjadi perbincangan publik. Banyak pihak mempertanyakan langkah pejabat pemerintahan yang meminta dukungan dana kepada pihak swasta, terutama kepada pelaku usaha yang memiliki aktivitas bisnis di wilayah tersebut.
Perwakilan LSM TRINUSA menilai praktik semacam itu berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat dan dinilai tidak sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Menurut mereka, kegiatan Safari Ramadan yang merupakan agenda resmi kepala daerah semestinya telah dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga tidak perlu adanya penggalangan dana dari perusahaan ataupun pengusaha.
“Jika benar proposal tersebut ditujukan kepada perusahaan dan pengusaha minyak, tentu ini menimbulkan pertanyaan besar. Kegiatan resmi pemerintah seharusnya sudah memiliki sumber pendanaan yang jelas melalui APBD,” ujar perwakilan TRINUSA.
LSM TRINUSA juga menilai bahwa permohonan bantuan dana oleh pejabat pemerintahan kepada pihak perusahaan berpotensi menimbulkan hubungan yang tidak sehat antara pemerintah dan pelaku usaha.
Mereka khawatir, permintaan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa pihak perusahaan merasa berkewajiban memberikan bantuan karena adanya permintaan dari pejabat yang memiliki kewenangan di wilayah tersebut.
Sebagai bentuk kontrol sosial, TRINUSA memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa pada 12 Maret 2026. Aksi tersebut rencananya dipusatkan di Kantor Bupati Musi Banyuasin.
Dalam aksi itu, TRINUSA akan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah. Di antaranya meminta Camat Babat Toman memberikan klarifikasi secara terbuka terkait proposal permohonan dana sebesar Rp56,7 juta tersebut.
Selain itu, mereka juga mendesak Bupati Musi Banyuasin untuk menjelaskan kepada publik mengenai mekanisme pembiayaan kegiatan Safari Ramadan yang dilaksanakan pemerintah daerah.
TRINUSA turut meminta Inspektorat Kabupaten Musi Banyuasin melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penggalangan dana oleh aparatur pemerintahan kepada pihak perusahaan.
Tak hanya itu, mereka juga menuntut agar seluruh pejabat pemerintah tidak menyalahgunakan jabatan untuk meminta bantuan dana kepada pihak swasta.
TRINUSA menegaskan bahwa aksi yang akan digelar merupakan bentuk pengawasan masyarakat terhadap jalannya pemerintahan agar tetap berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Mereka menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada penjelasan yang jelas kepada masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Camat Babat Toman maupun Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin belum memberikan keterangan resmi terkait beredarnya proposal permohonan bantuan dana kepada perusahaan dan para pengusaha minyak tersebut.(Red)
