PALI, PA-Di tengah upaya pemerintah memastikan generasi muda tumbuh sehat dan berkualitas, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai salah satu terobosan nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), program ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Hal tersebut terlihat dalam audiensi Badan Pengurus Daerah (BPD) Badan Dapur Nasional (BDN) Kabupaten PALI dengan Pemerintah Kabupaten PALI yang diterima langsung oleh Bupati Asgianto, ST, di Ruang Rapat Kantor Bupati, Selasa (27/1/2026).
Pertemuan itu bukan sekadar agenda formal. Lebih dari itu, menjadi ruang diskusi penting tentang bagaimana Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan efektif, berkelanjutan, dan memberi dampak luas bagi masyarakat.
Bupati Asgianto menilai, keberadaan Badan Dapur Nasional memiliki peran strategis dalam mengawal program MBG yang masih tergolong baru. Menurutnya, tanpa pengawasan dan sinergi lintas sektor, program sebesar ini berpotensi menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan pengawalan yang serius. Karena ini program baru, tentu tidak lepas dari kendala. Maka sinergi antara pemerintah daerah, BDN, dan OPD terkait menjadi kunci keberhasilan,” ujar Asgianto.
Dalam audiensi yang turut dihadiri Kepala Kesbangpol, perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Kasat Pol PP, Kabag Umum, Kabag Hukum, serta sejumlah OPD lainnya itu, Bupati juga menegaskan bahwa program MBG sejalan dengan visi pembangunan daerah yang telah dirancang sebelumnya.
Salah satunya melalui program unggulan One Village One Product (OVOP), yang mendorong setiap desa memiliki produk andalan untuk menggerakkan ekonomi lokal.
“Program MBG ini sangat sejalan dengan OVOP. Ketika kebutuhan pangan dipenuhi dari potensi lokal, maka desa bergerak, ekonomi tumbuh, dan masyarakat semakin mandiri,” jelasnya.
Dukungan penuh pun disampaikan Pemerintah Kabupaten PALI terhadap pembentukan dan peran Badan Dapur Nasional di daerah. Bupati menekankan bahwa manfaat program ini tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia, khususnya anak-anak.
Sementara itu, Ketua BPD Badan Dapur Nasional Kabupaten PALI, Muhammad Ridwan, SE., M.Ip., menjelaskan bahwa audiensi tersebut bertujuan memperkenalkan tugas pokok dan fungsi BDN sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.
Menurut Ridwan, BDN hadir bukan hanya sebagai pengawas dan penopang Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga sebagai penggerak kemandirian pangan daerah. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pemanfaatan lahan pekarangan seluas 100 hingga 200 hektar untuk menghasilkan komoditas hortikultura.
“BDN tidak hanya mengawal kualitas makanan, tetapi juga menjaga keberlanjutan pasokan pangan. Harapannya, kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis bisa dipenuhi dari hasil pertanian lokal,” ujar Ridwan.
Ia optimistis, jika sinergi ini berjalan dengan baik, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat PALI.
Di Kabupaten PALI, upaya menjaga gizi generasi muda kini tak lagi berdiri sendiri. Ia berjalan beriringan dengan penguatan desa, pemberdayaan masyarakat, dan cita-cita besar membangun kemandirian pangan daerah.(Syam)
