Pembangunan Masjid Baitul Huda di OKU Timur Dimulai, Wagub Sumsel Tekankan Pentingnya Peran Masjid bagi Umat

OKU Timur — Pembangunan Masjid Baitul Huda di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur resmi dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, Rabu (01/04/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan kembali rumah ibadah yang telah berusia puluhan tahun dan dinilai sudah tidak lagi memadai untuk menampung kebutuhan jamaah.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sumatera Selatan menegaskan bahwa pembangunan masjid memiliki makna yang lebih luas dari sekadar pembangunan fisik bangunan. Ia menilai masjid memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

 

“Peletakan batu pertama ini menjadi simbol dimulainya ikhtiar besar kita dalam memperkuat nilai-nilai keimanan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Cik Ujang.

BACA JUGA:  Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat 2024, Ini Pesan Kapolres PALI

 

Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Mekar Jaya yang secara swadaya mengumpulkan dana pembangunan masjid. Menurutnya, kebersamaan masyarakat merupakan modal utama dalam membangun sarana ibadah sekaligus mempererat hubungan sosial di lingkungan desa.

 

Selain melakukan peletakan batu pertama, Wakil Gubernur Sumatera Selatan turut memberikan bantuan berupa 100 sak semen dan 100 batang besi tulangan beton ukuran 8 milimeter untuk mendukung kelancaran proses pembangunan masjid.

 

“Semoga setiap langkah dan kontribusi yang kita berikan dalam pembangunan masjid ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga akhir hayat,” harapnya.

BACA JUGA:  Ini Pesan Ketua Angkatan Kepolisian Alumni 1991 Irjen Moh Iqbal Kepada 13 Anggota yang Memasuki Masa Purna Bhakti

 

Sementara itu, Wakil Bupati OKU Timur, M. Adi Nugraha Purna Yudha, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap pembangunan sarana ibadah di wilayahnya. Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang telah bergotong royong dalam mendukung pembangunan masjid tersebut.

 

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan fasilitas umum, khususnya rumah ibadah, akan menumbuhkan rasa memiliki serta meningkatkan kepedulian terhadap keberlangsungan aset desa.

 

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Baitul Huda, H. Tuhana, menjelaskan bahwa warga di Blok A yang berjumlah sekitar 80 kepala keluarga sepakat melakukan rehabilitasi total terhadap masjid yang telah berusia lebih dari 30 tahun karena kondisi bangunan dinilai sudah kurang layak.

BACA JUGA:  Pastikan Tidak Ada Penjualan Beras Oplosan di Pasar Inpres Pendopo, Ini yang Dilakukan Polres PALI

 

“Saat ini total dana yang telah terkumpul mencapai Rp210 juta. Dana tersebut dihimpun selama enam tahun dari infak dan sedekah warga,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, rencana pembangunan Masjid Baitul Huda akan memiliki ukuran bangunan seluas 17 meter x 17 meter dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp1,2 miliar. Panitia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus mengalir agar pembangunan masjid dapat berjalan lancar hingga selesai.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *