‎Pemdes Pengabuan Induk Gelar Rembuk Stunting dan Bentuk Kader Perempuan

‎Pemdes Pengabuan Induk Gelar Rembuk Stunting dan Bentuk Kader Perempuan

‎PALI – PA- Pemerintah Desa (Pemdes) Pengabuan Induk, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting, serta rembuk stunting dan pembentukan kader perempuan, pada Jumat (18/07/2025).

‎Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Pengabuan Induk dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa, Supriyanto, SH. Hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Camat Abab, petugas kesehatan, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, anggota BPD, TP-PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.

BACA JUGA:  Tim UKL III Polres PALI Gelar Razia Terpadu, Ciptakan Situasi Kamtibmas Kondusif di Wilayah Hukum Polres PALI

‎Dalam sambutannya, Kades Supriyanto, SH, menyampaikan bahwa rembuk stunting merupakan forum penting untuk menyerap berbagai usulan masyarakat melalui perangkat desa, sekaligus merumuskan program yang akan dilaksanakan guna mencegah dan menangani stunting di tingkat desa.

BACA JUGA:  Polsek Tanah Abang Intensifkan Monitoring Wilayah Rawan Banjir, Debit Sungai Lematang Meningkat

‎“Hari ini kita tidak hanya melaksanakan rembuk stunting, tapi juga membentuk kader perempuan yang akan menjadi ujung tombak dalam mendukung program ini di lapangan,” ujar Supriyanto.

‎Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan rembuk stunting merupakan bagian dari instruksi pemerintah pusat melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Dalam aturan tersebut, pemerintah daerah, termasuk desa, memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan program secara menyeluruh.

BACA JUGA:  Cegah Pekat 3C, Polres PALI Gelar Razia Gelar Razia Terpadu, Begini Jelasnya

‎“Masalah stunting menjadi perhatian serius pemerintah karena berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia, terutama dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, upaya penanganan harus dilakukan secara konvergen, terpadu, dan lintas sektor,” tutup Kades. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *