PALI — Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Dinas Perikanan menyalurkan bantuan sarana perikanan kepada nelayan perairan umum darat sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir sungai dan rawa. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada Senin, 27 April 2026, dan menyasar kelompok nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) di sejumlah desa.
Bantuan yang diberikan berupa alat tangkap ikan jenis jala serta cool box atau kotak pendingin yang berfungsi menjaga kesegaran hasil tangkapan nelayan. Program ini merupakan bagian dari kegiatan pemberdayaan nelayan kecil yang difokuskan untuk mendukung peningkatan kualitas hasil perikanan serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah perairan umum Kabupaten PALI.
Pemerintah daerah menilai sektor perikanan tangkap memiliki peran penting dalam menunjang ketahanan pangan sekaligus menjadi sumber penghasilan utama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar sungai dan rawa. Oleh karena itu, dukungan sarana dan prasarana yang memadai dinilai sangat diperlukan agar nelayan dapat bekerja lebih efektif dan efisien.
Adapun bantuan tersebut disalurkan kepada lima Kelompok Usaha Bersama (KUB), yakni KUB Nelayan Makmur dan KUB Maju Bersama di Desa Prambatan, KUB Sungai Meriu dan KUB Harapan Baru di Desa Tanjung Kurung, serta KUB Layar Biru di Desa Tempirai. Kelompok-kelompok ini dipilih berdasarkan kebutuhan serta keaktifan dalam kegiatan perikanan tangkap di wilayah masing-masing.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PALI, Ali Sadikin, S.P., M.P., menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas nelayan kecil agar mampu bersaing dan memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik dari hasil tangkapannya.
“Kami ingin nelayan di Kabupaten PALI tidak hanya meningkatkan jumlah hasil tangkapan, tetapi juga mampu menjaga kualitas ikan yang mereka peroleh. Dengan adanya cool box, kesegaran ikan dapat terjaga lebih lama sehingga harga jual tetap stabil dan menguntungkan nelayan,” ujar Ali Sadikin.
Ia juga menjelaskan bahwa penyaluran bantuan melalui kelompok usaha bersama merupakan strategi untuk memperkuat kerja sama antar-nelayan sekaligus memudahkan pengelolaan sarana yang diberikan pemerintah.
“Pemberian bantuan melalui KUB bertujuan untuk mendorong kebersamaan dan saling mendukung antaranggota. Kami berharap seluruh bantuan ini dapat dirawat dengan baik dan dimanfaatkan secara maksimal demi meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan,” tambahnya.
Para pengurus kelompok nelayan menyambut positif program tersebut karena dinilai sangat membantu dalam menghadapi berbagai kendala di lapangan, terutama keterbatasan peralatan dan perubahan kondisi cuaca yang memengaruhi hasil tangkapan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Dengan alat tangkap yang baru dan sarana pendingin, kami bisa bekerja lebih maksimal dan menjaga kualitas ikan sebelum dijual ke pasar,” ungkap salah satu perwakilan nelayan penerima bantuan.
