PALI, PA-Diperkirakan sejak masuk nya musim hujan bulan September tahun 2023 yang lalu, Aktivitas yang biasa di lakukan oleh Pertamina Hulu Energi dalam perawatan jalan terhenti. Hal itu diduga karena bermasalahnya dari pihak vendor atau subkon, yang telah di beri tanggung jawab dalam perbaikan dan perawatan jalan, di seluruh wilayah Pertamina Hulu Energi Raja tempirai, Senin (4/03 2024.)
Sebagaimana yang di sampaikan Ketua BPD Air Itam timur, Darmadi Hasan, yang sempat mendatangi kepala Desa Air itam timur Dan barat serta kepala Desa Karang Agung, Guna untuk menjelaskan permasalahan yang dikeluhkan oleh masyarakat petani karet dan sawit yang keseharian nya melewati jalan di semua wilayah Pertamina Hulu Energi Raja tempirai.
Menurut Darmadi, Masyarakat sering mengeluh bahkan ada yang menangis di saat mau menjual hasil sadapannya.Yang lagi di tunggu untuk beli beras,ternyata jalan tidak bisa di lewati.
“Mereka tidak ketemu solusi nya harus mengadu ke mana, nan yang di takut kan mereka marah salah sasaran,” ujar Darmadi kepada Awak media.
Ketua BPD menjelaskan, dalam silaturahmi Dengan Kepala Desa Air itam timur dan Air itam barat Dan juga Kepala Desa Karang Agung di sambut baik, guna untuk meredam amarah masyarakat dan agar ketemu jalan terbaik dan juga jika terjadi Demo tepat sasaran.
Dalam penjelasan yang di papar oleh Darmadi kepada Awak media saat di konfirmasi, kerusakan jalan yang parah di semua wilayah Pertamina Hulu Energi Raja tempirai, Itu diduga di
sebab kan oleh kesalahan besar dari pihak vendornya.
Ia itu PT.TIGA SAUDARA MANDIRI.( PT TTSM), Perusahaan yang sudah dapat kontrak untuk perawatan jalan tersebut, jelas Darmadi lebih lanjut.
“Karna saya selain ketua BPD saya juga pekerja/ Karyawan PT Tunas Tiga Saudara Mandiri ( PT TTSM) bagian operator motor grader dan Excavator bagian perawatan jalan,” paparnya.
“Dikarenakan Pimpinan PT tunas Tiga Saudara mandiri, TTSM.punya masalah dalam managementnya. Maka grader tersebut belum habis kontrak dan masih punya tanggung jawab terhadap perawatan jalan Di Pertamina Hulu Energi Raja tempirai ( PHE RT ) Mereka tarik untuk kerja di luar wilayah Pertamina hulu Energi.
Dan wilayah yang menjadi tanggung jawab nya mereka abaikan, Sehingga jalan menjadi rusak total seperti saat ini.Yang seharusnya sebelum musim hujan tiba,semua saluran air atau parit itu sudah bersih,agar air tidak mengenang dan lancar.Sementara mobil vakum truk dan Excavator tidak boleh di gerakan karna management PT. TTSM lagi ada masalah
itu penjelasan dari mandor lapangannya, Pada hal kontrak mereka dengan Pertamina hulu energi itu sampai bulan Desember 2023,” Ujar Darmadi lebih lanjut.
“Kami bertiga selaku karyawan PT TTSM.ia itu Rado dan Ilham Dari Desa karang Agung, Kami menahan alat Milik PT TTSM,di karna masih ada hak kami yang belum mereka bayar, Kami juga sudah dua kali melaporkan hal ini ke pihak Disnakertrans PALI, Namun belum ada penyelesaian, Kami bersilaturahmi Dengan kepala Desa karna masyarakat jangan Sampai salah paham dengan pihak Pertamina Hulu Energi. Jika akan mengadakan Aksi Demo tentu nya harus tepat sasaran ia itu mengusir vendor yang tidak bertanggung jawab dengan pekerjaan nya,” papar Darmadi lebih lanjut.
“Untuk ke depan kami selaku wakil Dari masyarakat berharap agar pemdes mengawal betul semua vendor yg masuk ke perusahan yang ada di sekitar wilayah nya masing masing agar tidak terjadi hal seperti ini terulang kembali,” tegasnya.

Sementara itu, Tokoh masyarakat Air itam barat, Pak Saripudin (Dik), Beliau ikut juga mengecek ke lokasi jalan Pertamina hulu energi ( PHE) yang di keluh kan oleh warga.
Beliau selaku orang yang sudah dituakan ingin juga memberi semangat kepada pemerintah dan generasi agar semangat untuk memperhatikan desa dan masyarakat nya.
“Dan jika terjadi Demo jangan salah sasaran,”ujar pak Saripudin.
“Yang kita Demo dan kita usir ia itu vendor / Kontraktor yang selalu abai dengan tanggung jawab dan tidak ada loyal Litas untuk masyarakat desa, dan juga saya lihat ke lapangan jalan juga semakin sempit. Dikarnakan banyak nya tumbuhan karet liar dan pepohonan yg di sengaja di pelihara oleh si pemilik kebun, sehingga mempersulit oprator bekerja untuk merawat jalan tersebut dan tidak tembus nya sinar mata hari ke badan jalan .pada hal terkadang pohon tersebut masih tumbuh di tanah milik Pertamina,” papar pak Saripudin lebih lanjut.
“Seharusnya nya selaku pemerintah harus berperan aktif turun ke lapangan untuk membantu di saat bekerja lagi perbaikan jalan dan menemui pemilik kebun agar tercipta nya keharmonisan yang manfaat nya dapat di rasakan semua pengguna jalan. Tidak ada masalah yang tidak bisa di selesaikan dengan cara Bermusyawarah,”
Tutup pak Saripudin
Sampai berita ini di terbitkan, pihak PT.TTSM belum bisa dihubungi.(TIM)
