HIMAPALI Dukung Rahayu Saraswati, Aki Musholah Minta Gerindra Tinjau Ulang
PALI — Rahayu Saraswati resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Anggota DPR RI pada 10 September 2025. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII periode 2024-2029. Keputusan pengunduran dirinya disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, menjadi perhatian publik dan menimbulkan berbagai reaksi.
Ketua Himpunan Mahasiswa PALI (HIMAPALI), Aki Musholah, menyampaikan pandangannya bahwa keputusan Rahayu Saraswati mundur dari jabatannya sebagai Anggota DPR RI merupakan langkah yang patut dihormati. Namun, Partai Gerindra perlu mempertimbangi kembali keputusan ini untuk memastikan masyarakat tetap memiliki wakil yang berdedikasi dan berintegritas di parlemen.
Aki Musholah menyatakan bahwa langkah Rahayu Saraswati mundur dari jabatan politiknya menunjukkan bahwa politik dapat dijalankan dengan prinsip dan nurani, bukan hanya sekadar perebutan kekuasaan. Sikap ini patut dihormati dan menjadi contoh bagi politisi lain untuk mengutamakan integritas dan kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau kelompok.
“Mbak Saras telah menunjukkan bahwa jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus dijaga. Keputusan beliau mundur adalah bukti konsistensi dan integritas, sesuatu yang sangat jarang kita temui. Namun, karena ketulusan itulah beliau masih sangat dibutuhkan rakyat di DPR RI. Gerindra harus meninjau ulang,” tegas Aki Musholah. Pada Jumat (12/9/2025.
Ia juga mengutip pesan Bung Hatta yang relevan dengan fenomena ini: “Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat diperbaiki dengan pengalaman, tetapi tidak jujur sulit diperbaiki.”
“Sikap Mbak Saras adalah kejujuran politik yang langka. Justru kejujuran itu seharusnya menjadi alasan untuk mempertahankan beliau di parlemen, bukan sebaliknya,” tambahnya.
Menurut Aki Musholah, Gerindra sebagai partai besar memiliki tanggung jawab moral untuk tidak sekadar menerima pengunduran diri Saraswati, tetapi juga mendengar suara publik yang masih menginginkan kiprah beliau.
“Kami dari HIMAPALI mendukung sikap politik pribadi Mbak Saras, tetapi kami juga menyerukan agar DPP Partai Gerindra meninjau ulang keputusan itu. Karena bangsa ini masih membutuhkan pemimpin yang berani, tulus, dan konsisten seperti beliau,” pungkas Ketua HIMAPALI.(Dewa)
