Penjaga Malam Ditemukan Meninggal di Kontrakan , Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

PRABUMULIH — Seorang pria berinisial ME (64), penjaga malam di kawasan pasar subuh, ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya di Jalan Jenderal Sudirman Gang Abadi, Kelurahan Tugu Kecil, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Sabtu (8/8/2026) pagi.

Polres Prabumulih langsung menangani penemuan tersebut setelah menerima laporan dari masyarakat. Dari hasil pemeriksaan luar oleh dokter RSUD Kota Prabumulih, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., mengatakan personel langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta mengevakuasi korban ke rumah sakit.

“Begitu menerima laporan, personel langsung mendatangi lokasi dan melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur, mulai dari pemeriksaan TKP, meminta keterangan saksi hingga mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis. Dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar AKBP Gunarto.

BACA JUGA:  Sinergitas Polres PALI dan IWO PALI, Edukasi Publik Melalui Podcast "Himbauan Pasca Pilkada 2024"

Penemuan korban bermula ketika seorang saksi berinisial YP (26) melihat ME pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu korban terlihat tidur terlentang di dekat pintu depan rumah kontrakannya.

Sekitar pukul 20.30 WIB, YP kembali dan melihat korban masih berada dalam posisi yang sama. Karena hingga keesokan harinya kondisi korban tidak berubah, YP bersama saksi lainnya, ZZ (55), mendatangi rumah korban sekitar pukul 04.30 WIB untuk melakukan pengecekan.

Korban kemudian diketahui telah meninggal dunia. Temuan tersebut dilaporkan kepada Ketua RT setempat berinisial YO (46), yang selanjutnya meneruskan laporan kepada kepolisian.

Personel piket siaga Intelkam bersama Pamapta III dan fungsi kepolisian lainnya kemudian mendatangi lokasi. Petugas melakukan olah TKP, mendokumentasikan lokasi, serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui rangkaian kejadian.

BACA JUGA:  Peringatan Isra Mi’raj 2025 di PALI Berlangsung Khidmat,Kapolres Pastikan Situasi Aman

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Kota Prabumulih. Berdasarkan pemeriksaan luar oleh dokter RSUD Kota Prabumulih, dr. Osi Rahmaini, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Kondisi tubuh korban saat diperiksa dalam keadaan pucat dan dingin.

Selain itu, keterangan saksi menyebutkan korban sebelumnya memiliki keluhan penyakit dalam atau ginjal. Polisi juga memastikan tidak ada barang milik korban yang hilang.

“ kami juga memastikan barang-barang milik korban tetap aman dan telah diserahkan kepada pihak keluarga. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan penanganan kejadian ini kepada pihak kepolisian,” tegas AKBP Gunarto.

Barang-barang yang ditemukan di antaranya uang tunai, telepon genggam, identitas diri, jam tangan, obat-obatan, serta pengisi daya. Seluruh barang tersebut diserahkan kepada pihak keluarga bersama jenazah korban.

BACA JUGA:  Distribusi Logistik Pilkada Serentak 2024 Resmi Dimulai, Ini Kata Kapolres PALI 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait penemuan tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah berspekulasi terhadap suatu kejadian, terlebih menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Percayakan proses penanganan dan pemeriksaan kepada kepolisian,” ujar Nandang.

Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap warga yang tinggal seorang diri, terutama apabila terlihat mengalami kondisi yang tidak biasa.

“Perhatian dari lingkungan sekitar sangat penting. Apabila ada warga yang tinggal sendiri dan terlihat mengalami kondisi yang tidak biasa, segera lakukan pengecekan secara wajar dan apabila membutuhkan bantuan, segera hubungi aparat kepolisian atau pihak terkait,” pungkasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *