Lumbung Padi Tua Pengabuan, Saksi Sejarah Kejayaan Pertanian yang Kini Menanti Kebangkitan

PALI — Sebuah lumbung padi tua yang masih berdiri di Desa Pengabuan ( Pengabuan Timur), Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menjadi salah satu saksi bisu kejayaan pertanian masyarakat Pengabuan ( Pengabuan Timur) pada masa lalu.

 

Bangunan yang terbuat dari kayu dan berbentuk rumah panggung tersebut kini terlihat mulai dimakan usia. Meski demikian, lumbung padi itu menyimpan nilai sejarah dan kenangan tentang kehidupan masyarakat Pengabuan ketika hasil pertanian padi masih melimpah.

 

Lumbung padi tersebut diketahui merupakan milik Bapak Kasidin (Alm). Bangunan itu dahulu digunakan untuk menyimpan hasil panen padi mereka pada masa lalu.

 

Seiring berjalannya waktu, lumbung tersebut kemudian diwariskan kepada anak mereka dan hingga kini masih menjadi bagian dari peninggalan keluarga.

BACA JUGA:  Mantapkan Sinergitas TNI - Polri, Kabid Propam Polda Sumsel Coffee Morning Bersama Dandenpom II / 4 Palembang

 

Pada era 1970-an, 1980-an hingga 1990-an, lumbung padi seperti ini masih banyak ditemukan di Desa Pengabuan. Ketika musim panen tiba, hasil padi sawah yang melimpah disimpan di dalam lumbung sebagai persediaan pangan keluarga.

 

Keberadaan lumbung pada masa itu bukan sekadar tempat menyimpan gabah. Lumbung menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat yang menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari hasil pertanian.

 

Namun, memasuki tahun 2000 hingga 2026, kondisi pertanian di Desa Pengabuan mulai mengalami perubahan. Hasil produksi sawah yang dahulu dikenal melimpah perlahan menurun.

 

Seiring berkurangnya hasil panen, keberadaan lumbung padi tradisional pun semakin tidak digunakan.

BACA JUGA:  Gelar KRYD, Wujud Polsek Talang Ciptakan Situasi yang Kondusif

 

Sebagian lumbung padi bahkan telah dibongkar karena tidak lagi memiliki fungsi seperti dahulu. Hanya Ada satu bangunan yang masih bertahan, lumbung milik keluarga Bapak Kasidin ( Alm ).

 

Kini, bangunan tersebut bukan hanya menjadi peninggalan keluarga, tetapi juga menjadi pengingat sejarah pertanian Desa Pengabuan ( Pengabuan Timur) .

 

Keberadaan lumbung tua itu seolah mengajak masyarakat untuk kembali melihat perjalanan pertanian di Pengabuan. Dari masa ketika hasil sawah melimpah dan lumbung dipenuhi padi, hingga kondisi pertanian saat ini yang menghadapi berbagai tantangan.

 

Pertanyaannya, mungkinkah kejayaan pertanian padi Pengabuan kembali seperti pada masa lalu?

BACA JUGA:  Kapolres PALI Pastikan Situasi Masih Aman, Polsek Talang Ubi Monitoring Debit Air Sungai Ibul

 

Harapan tersebut tentu masih terbuka. Dengan potensi lahan persawahan yang dimiliki, ditambah dukungan infrastruktur pertanian, tata kelola air, teknologi, bibit unggul, serta perhatian terhadap kesejahteraan petani, Desa Pengabuan berpeluang kembali meningkatkan produksi padinya.

 

Lumbung padi tua yang masih bertahan juga layak dijaga sebagai bagian dari sejarah desa. Bangunan tersebut dapat menjadi simbol perjalanan panjang masyarakat Pengabuan sebagai masyarakat agraris.

 

Dari sebuah lumbung padi tua milik keluarga almarhum Bapak Kasidin, tersimpan cerita tentang masa lalu sekaligus harapan untuk masa depan: semoga Desa Pengabuan ( Pengabuan Timur) kembali menjadi salah satu sentra penghasil padi dan ikon pertanian di Kabupaten PALI.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *