PALI – Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sejak awal Februari 2026 berdampak pada meluapnya sejumlah sungai. Sungai Lematang beserta anak sungainya, seperti Sungai Sebagut dan Sungai Penukal, tak lagi mampu menampung debit air, sehingga mengakibatkan banjir di berbagai wilayah dataran rendah.
Genangan air merendam permukiman warga, lahan pertanian, fasilitas pendidikan, hingga sarana umum. Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat dan memaksa sebagian warga bertahan dalam situasi darurat akibat banjir musiman yang datang hampir setiap tahun.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten PALI bergerak cepat. Bupati PALI Asgianto, ST bersama Wakil Bupati Iwan Tuaji, SH menginstruksikan Dinas Sosial untuk segera menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak. Pemerintah daerah juga menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan guna memastikan kebutuhan warga dapat terpenuhi secara optimal.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten PALI, Edy Irwan, SE, M.Si, dikenal aktif turun langsung ke lapangan dalam setiap kondisi darurat. Beberapa hari sebelumnya, pihaknya telah menyalurkan bantuan sembako dan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Tanah Abang.
Kepedulian tersebut kembali ditunjukkan pada Sabtu (7/2/2026). Edy Irwan turun langsung ke Desa Purun, Kecamatan Penukal, untuk menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir. Bantuan yang diberikan meliputi terpal atau tenda gulung, perlengkapan anak (kids ware), kasur, tenda keluarga portable, serta paket family kit. Seluruh bantuan disalurkan melalui pemerintah desa agar pendistribusiannya tepat sasaran.
Mewakili Bupati dan Wakil Bupati PALI, Edy Irwan menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang tertimpa musibah merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian negara terhadap warganya. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus hadir dan bergerak cepat dalam memberikan perlindungan serta bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.(Syam)
