PALI,PA– Selasa (30/9/2025) sore, Gelora Putaran Keling di Desa Betung Barat, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI dipenuhi tawa dan sorak sorai warga. Spanduk warna-warni dan panggung hiburan menandai satu momen istimewa: peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 Desa Betung Barat yang dipadukan dengan pembagian hadiah lomba HUT RI ke-80.

Sejak siang, warga berbondong-bondong hadir. Ada anak-anak berlarian membawa bendera kecil, ibu-ibu PKK sibuk menyiapkan penampilan, hingga para pemuda Karang Taruna yang mengatur jalannya acara. Kehadiran perangkat desa, Sekretaris Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga Kepala Desa Pengabuan membuat suasana semakin khidmat sekaligus meriah.
Di tengah keramaian, Kepala Desa Betung Barat, Rozali, berdiri menyampaikan pesan sederhana namun bermakna.
“Momentum HUT ke-32 ini bukan hanya perayaan, tetapi wujud sinergi warga untuk mempererat silaturahmi dan menjaga persatuan,” ucapnya, disambut tepuk tangan hadirin
Panggung Rakyat, Panggung Kebersamaan
Rangkaian acara berlangsung penuh warna. Penampilan ibu-ibu PKK Betung Barat yang membawakan tarian tradisional berhasil memukau penonton. Dilanjutkan dengan pembagian hadiah lomba 17-an, riuh tepuk tangan anak-anak dan remaja mewarnai panggung ketika nama-nama pemenang dipanggil.
Malam hari, suasana kian semarak dengan konser Audisi Mega Bintang yang menghadirkan penyanyi-penyanyi berbakat dari Kabupaten PALI dan Muara Enim. Sorak dan teriakan penonton mengiringi dentuman musik, seolah menjadi tanda bahwa pesta rakyat benar-benar menjadi milik semua kalangan.
Lebih dari Sekadar Perayaan
Bagi warga Betung Barat, peringatan ulang tahun desa bukan hanya soal pesta atau panggung hiburan. Ada makna yang lebih dalam: kebersamaan, gotong royong, dan semangat menjaga warisan budaya lokal.
Perayaan ini juga menjadi bukti komitmen Pemerintah Desa di bawah kepemimpinan Rozali untuk terus mendorong kebersamaan warga, menggerakkan ekonomi lokal lewat UMKM yang ikut membuka lapak di sekitar acara, serta melestarikan seni dan budaya daerah.
“Kalau warga kompak, desa kita pasti maju. HUT ini adalah simbol persatuan, bahwa kita bisa tumbuh bersama,” kata salah satu tokoh masyarakat yang hadir malam itu.
Desa yang Makin Dewasa
Di usia ke-32, Desa Betung Barat ibarat manusia yang semakin matang. Ada perjalanan panjang, ada tantangan yang dihadapi, namun semangat kebersamaan selalu menjadi kekuatan utama.
Dan malam itu, di bawah cahaya lampu panggung dan sorak sorai ribuan warga, Betung Barat merayakan ulang tahunnya dengan satu pesan jelas: desa ini akan terus tumbuh dan maju bersama warganya.(Usman)
