Musyawarah Desa Beruge Darat: Langkah Demokrasi dari Ruang Sederhana
PALI — Di sebuah ruangan sederhana di Kantor Desa Beruge Darat, Rabu siang (3/12/2025), puluhan warga duduk melingkar dalam suasana santai namun penuh keseriusan. Mereka datang bukan sekadar menghadiri agenda desa biasa, melainkan ikut menentukan arah roda demokrasi di lingkungan mereka sendiri: Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota BPD Dusun I.
Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, perangkat desa, hingga masyarakat setempat tampak hadir dengan raut wajah fokus menyimak setiap pendapat yang disampaikan. Di tengah forum musyawarah itu, tampak Aipda Hendrick, Bhabinkamtibmas Desa Beruge Darat. Kehadirannya bukan hanya soal keamanan, tetapi sebagai jaminan bahwa proses demokrasi tingkat desa berjalan tanpa tekanan dan tetap kondusif.
Camat Talang Ubi yang diwakili Kasi Pemerintahan Alan, Ketua BPD Famli, serta Kepala Desa Edi Arman juga ikut mendampingi jalannya musyawarah. Semua duduk bersama tanpa sekat jabatan — mencerminkan semangat musyawarah mufakat yang menjadi ruh pemerintahan desa.
Suasana hening sejenak saat forum mulai membahas nama-nama yang akan dipercaya menjadi panitia pemilihan PAW anggota BPD. Setelah melalui dialog dan pertimbangan matang, kesepakatan pun diambil: tujuh orang dipilih secara terbuka untuk menjadi panitia.
Mereka adalah:
Ketua: Ruslan
Wakil Ketua: Ali Murtopo
Sekretaris: Susensdri
Bendahara: Dena Arianti
Anggota: Somi, Prisantri, dan Diana Sari
Keputusan itu disambut anggukan puas, menandai semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Beruge Darat.
Dari Polsek Talang Ubi, AKP Ardiansyah, SH, hadir mewakili Kapolres PALI AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, S.H., S.I.K., M.I.K. Ia menegaskan komitmen Polri dalam menjaga seluruh proses demokrasi di tingkat desa.
“Kapolres PALI berpesan agar rangkaian Musdesus dan proses PAW BPD ini berjalan transparan, jujur, serta menjunjung musyawarah mufakat. Kami siap mengawal setiap tahapan demi terciptanya keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Bhabinkamtibmas di setiap kegiatan desa merupakan bagian dari upaya negara memastikan pelayanan publik berlangsung aman dan lancar.
“Sinergi dengan pemerintahan desa dan tokoh masyarakat harus terus terjalin agar pembangunan berjalan optimal,” ujarnya.
—
Musyawarah berakhir ketika panitia yang telah dipilih resmi ditetapkan. Tidak ada tepuk tangan meriah atau selebrasi besar. Namun senyum merekah dan jabat tangan antarwarga menjadi tanda bahwa satu tahap penting telah dituntaskan bersama.
Di Beruge Darat, demokrasi tumbuh dari ruang sederhana dan semangat kebersamaan. Prosesnya mungkin tidak megah, tetapi nilai yang dijaga jauh melampaui itu — menjaga suara rakyat tetap hidup di akar rumput.(Red)
