ODGJ Berkeliaran, Dinas Sosial OKI Dinilai Abai

Kayuagung-Potretandalas.com –
Dinas Sosial memiliki peran vital dalam menangani persoalan sosial, mulai dari penyusunan kebijakan, pelayanan publik, hingga rehabilitasi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, orang terlantar, pengemis, gelandangan, hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Namun, di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kenyataan di lapangan justru jauh dari harapan.

BACA JUGA:  Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Talang Ubi Hadiri Giat Tanam Jagung di Desa Sinar Dewa

Alih-alih tertangani, pemandangan ODGJ, pengemis, hingga anak punk yang berkeliaran di jalanan menjadi hal lumrah, terutama di ibu kota kabupaten, Kayuagung.
Di Kelurahan Kutaraya, tepatnya di Jalan Sepucuk, warga setiap hari menyaksikan sedikitnya tiga ODGJ mondar-mandir di
sekitar permukiman.

Kondisi serupa terlihat di kawasan Pasar Kayuagung, khususnya saat hari kalangan (pasar mingguan) setiap Sabtu. Kehadiran para pengemis musiman, bahkan yang datang dari luar daerah, kerap meresahkan pengunjung pasar.

BACA JUGA:  Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif, Polsek Talang Ubi Gelar Patroli Subuh

Padahal, Pemerintah Kabupaten OKI tengah gencar mempercantik wajah kota Kayuagung.

Sayangnya, kesemrawutan sosial yang muncul justru menjadi ironi di tengah upaya pembenahan kota.

Sementara itu, upaya wartawan untuk meminta penjelasan dari Kepala Dinas Sosial OKI, Dwi M. Zulkarnain, SH., M.Si., pada Selasa (23/9), belum membuahkan hasil karena yang bersangkutan tidak berada di tempat. Hal sama terjadi pada Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Resos) Ardi dan Sekretaris Dinas Sosial, yang saat itu juga tidak bisa ditemui.(Ari Fowarki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *