PALI Bangkitkan BUMDes: Mimpi Satu Desa, Satu Produk Terus Dikejar

Oplus_131072

 

PALI,PA-Di bawah kepemimpinan Edy Irwan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus berupaya menghidupkan kembali Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang lama mati suri. Langkah ini merupakan bagian dari visi besar Bupati PALI, Asgianto, untuk mewujudkan “Satu Desa, Satu Produk”.

 

 

BUMDes yang sebelumnya hanya menjadi nama tanpa aktivitas kini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa. Pada tanggal 21 Oktober 2025, DPMD PALI mengadakan kegiatan fasilitasi pengembangan ekonomi masyarakat dan pemerintahan desa di Guest House Komplek Pertamina Pendopo. Acara ini dihadiri oleh para kepala desa, pengurus BUMDes, dan narasumber yang ahli di bidang pengelolaan usaha desa.

BACA JUGA:  Hadirkan Ustad Deri Sulaiman Bawaslu OKI Gelar Sholawatan

 

Edy Irwan, Kepala DPMD PALI, menyatakan, “Kali ini kita menggerakkan kembali BUMDes dengan semangat baru dan pengurus baru yang dipilih melalui musyawarah desa.” Harapannya, BUMDes dapat menggali potensi usaha sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

 

 

Dengan aktifnya kembali BUMDes, diharapkan geliat ekonomi di tingkat desa akan meningkat. Ini akan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Bupati Asgianto memiliki visi agar setiap desa dapat menghasilkan satu produk unggulan yang menjadi ciri khasnya.

BACA JUGA:  Polri Dukung Penuh Ketahanan Pangan Nasional, Panen Jagung Perdana di Desa Prabumenang

 

“Dengan menggali potensi lokal secara kreatif dan berkelanjutan, visi Bupati untuk mewujudkan satu desa satu produk akan terwujud. Ekonomi kerakyatan akan tumbuh, dan desa memiliki kemandirian finansial yang lebih baik,” tambah Edy Irwan.

 

 

Pada tahun 2025, 20 persen dari Dana Desa yang dialokasikan untuk program ketahanan pangan harus dikelola oleh BUMDes. Ini adalah peluang sekaligus tantangan bagi BUMDes untuk beroperasi secara aktif dan profesional.

 

Edy Irwan menekankan, “BUMDes harus jeli melihat potensi, kreatif dalam berinovasi, dan transparan dalam pengelolaan laporan keuangan. Tujuannya agar setiap rupiah yang digerakkan bisa berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.”

BACA JUGA:  Jelang Nataru, Polsek Penukal Abab Intensifkan Monitoring Wisata Paye Biru 

 

 

Dengan gebrakan ini, DPMD PALI tidak hanya berupaya menghidupkan kembali lembaga ekonomi desa, tetapi juga membangun semangat kemandirian, kreativitas, dan tanggung jawab kolektif di setiap desa. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan BUMDes mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mengantarkan PALI menuju desa-desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

 

Melalui revitalisasi BUMDes, PALI berharap dapat mewujudkan mimpi “Satu Desa, Satu Produk” yang akan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat desa.(Syam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *