Kasihan, Diduga Gara-Gara Telur, Istri Jadi Korban KDRT

NiKasihan, Diduga Gara-Gara Telur, Istri Jadi Korban KDRT

PALI – Sumatra Selatan potretandalas.Com,
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berujung ke polisi kembali terjadi di Desa Tempirai Utara, kecamatan Penukal Utara, kabupaten PALI, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Senin (28/11/2022).

Kali ini terjadi pada seorang ibu rumah tangga berinisial VA (27) yang tak lain istri dari terduga pelaku BGA (30) yang kini telah diamankan kepolisian Sektor Penukal Utara, Polres PALI, Polda Sumsel.

BACA JUGA:  Bawa Jeriken Berisi Bensin, Perempuan di PALI Diduga Sengaja Bakar Rumah Mantan Mertua

Kapolres PALI Polda Sumsel AKBP Efrannedy, S.I.K, M.A.P, melalui Kapolsek Penukal Utara, Iptu Arzuan menjelaskan kronologi kekerasan dalam rumah tangga yang dialami korban VA pada Senin (28/11/2022) sekira pukul 14.00 Wib.

Menurutnya peristiwa ini terjadi dikediaman pasangan BGA dan VA, dan penyebabnya dipicu oleh hal yang sepele. Bermula pelaku BGA ini bangun dari tidur, oleh dikarenakan merasa lapar pelaku berniat ingin makan.

BACA JUGA:  Satreskrim Polres PALI Amankan Terduga Pelaku Pencuri Besi Jembatan, Begini Jelasnya

” Karena tidak ada lauk, lalu pelaku menyuruh istrinya VA untuk membeli telor, setelah telor di goreng, tetapi korban tidak memberi tahukan kepala pelaku,” kata Kapolsek Penukal Utara Iptu Arzuan pada Selasa (29/11/2022).

Sehingga jelasnya, terjadilah keributan antara korban dan pelaku, kemudian pelaku langsung mendorong korban hingga terjatuh ke lantai rumah dan menyebabkan kepala bagian belakang korban mengalami luka robek.

BACA JUGA:  Aksi Pencurian di Jalur Pipa Pertamina Terbongkar, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Dikatakan Arzuan, akibat dari peristiwa itu, korban mengalami luka robek sebanyak 4 jahitan, atas kejadian tersebut korban melapor ke Polsek Penukal Utara, dan laporan korban tersebut dilimpahkan ke Unit PPA Polres Pali.

” Diduga dikarenakan adanya ketersinggungan pelaku terhadap korban, pelaku tersebut merupakan seorang yang temperamental dan sudah sering melakukan penganiayaan terhadap korban,” Tandasnya.

(Usman)