Pihak Sekolah Bantah Isu Tunggakan SPP Jadi Penyebab Kematian Pelajar di PALI

Kasus Pelajar Ditemukan Meninggal di Talang Ojan, SMK YPIP Tegaskan Tidak Ada SPP

PALI – Pihak SMK YPIP memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi yang mengaitkan meninggalnya seorang pelajar berinisial KA (18) dengan dugaan tunggakan pembayaran SPP sekolah. Klarifikasi tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah, Ade Irawan, S.Pd.I., yang menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

 

Ade Irawan menyampaikan bahwa sekolah tempat korban menempuh pendidikan tidak menerapkan pembayaran SPP ataupun iuran bulanan sebagaimana yang ramai diberitakan di sejumlah platform media sosial dan grup percakapan.

 

“Dari berita yang tersebar, di situ mengatakan kalau penyebab kematian murid tersebut karena ada tunggakan SPP. Itu tidak benar, karena sekolah kami tidak memberlakukan SPP atau biaya bulanan,” tegas Ade Irawan saat memberikan klarifikasi, Jumat (5/6/2026).

BACA JUGA:  Jaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Polsek Talang ubi Gelar Patroli Subuh

 

Menurutnya, pihak sekolah merasa perlu memberikan penjelasan agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun spekulasi yang dapat merugikan berbagai pihak, terutama keluarga korban dan institusi pendidikan.

 

Sebelumnya, warga Talang Ojan, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, digegerkan oleh peristiwa meninggalnya seorang pelajar berinisial KA (18), Kamis (4/6/2026) sore. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat gantung diri di belakang rumahnya.

BACA JUGA:  Sat Samapta Polres PALI Gelar Patroli Perintis Presisi, Tingkatkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat 

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh ibunya, Maryam, sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan leher terjerat tali yang terikat pada rangka kayu atap di bagian belakang rumah.

 

Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar dan memicu beragam spekulasi mengenai penyebab peristiwa tragis tersebut. Salah satu informasi yang beredar menyebutkan bahwa korban diduga mengalami tekanan akibat tunggakan biaya sekolah.

BACA JUGA:  Diduga Bermasalah, Anggaran Dana Desa Sunggutan 2024 Disorot, Kades Bungkam Saat Dikonfirmasi

 

Namun, pihak sekolah membantah informasi tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada kewajiban pembayaran SPP di sekolah tempat korban belajar. Hingga saat ini, penyebab pasti yang melatarbelakangi tindakan korban masih belum diketahui secara pasti dan menjadi ranah pihak berwenang untuk melakukan pendalaman lebih lanjut.

 

Pihak sekolah juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta menghormati proses penanganan yang sedang berlangsung dan privasi keluarga korban.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *