Kolaborasi Tak Terpisahkan: Pemerintah, Ulama, dan Aparat Siaga Jaga Harmoni Sumsel

Oplus_131072

Kolaborasi Tak Terpisahkan: Pemerintah, Ulama, dan Aparat Siaga Jaga Harmoni Sumsel

PALEMBANG – Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, tiga pilar kunci pembangunan Sumatera Selatan kembali mengikat tali kerja sama yang lebih erat. Pelantikan Pengurus Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Tata Qur’an (LPTQ) Sumsel masa bakti 2025–2029 sekaligus peluncuran Forum Ukhuwah Ulama Umara Sumsel (FU3SS) di Griya Agung Palembang, Selasa (3/3/2026), bukan hanya sekadar acara resmi – melainkan simbol komitmen bersama menjaga akar peradaban yang berlandaskan moderasi dan harmoni.

 

Dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru beserta seluruh unsur Forkopimda provinsi, suasana acara terasa hangat dengan kedatangan berbagai tokoh lintas sektor. Dari ruang tunggu hingga panggung utama, terlihat obrolan hangat antara ulama yang mengenakan busana keagamaan dengan perwira kepolisian serba biru, serta pejabat pemerintah yang sibuk bertukar pandangan tentang langkah nyata menguatkan stabilitas daerah.

BACA JUGA:  Polsek Talang Ubi Intensifkan KRYD Demi Menjaga Stabilitas Kamtibmas di Kabupaten PALI

 

“Sinergi ulama dan umara merupakan kekuatan strategis dalam menjaga stabilitas Sumatera Selatan,” tegas Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, Kabid Humas Polda Sumsel, dengan tatapan yang penuh keyakinan. Menurutnya, kehadiran Polri dalam kegiatan ini bukan hanya sebagai pengawal keamanan, melainkan sebagai mitra yang aktif dalam membangun jaring kerja sama yang humanis dan preventif.

BACA JUGA:  Polres PALI Gelar Pemeriksaan Senjata Api 

 

Forum seperti LPTQ dan FU3SS, katanya, berperan sebagai ujung tombak dalam memperkuat moderasi beragama serta mencegah bibit-bibit konflik sosial yang berpotensi muncul akibat perbedaan identitas. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan hukum untuk menjaga ketertiban. Peran ulama dalam membimbing masyarakat dan menyampaikan pesan kebaikan menjadi pondasi yang tak tergantikan,” tambahnya.

 

Tak hanya Gubernur dan aparat keamanan, hadir pula Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel, serta para pemimpin lembaga peradilan dan TNI di wilayah Sumsel. Kehadiran mereka menyiratkan bahwa menjaga stabilitas sosial-keagamaan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan komitmen kolektif yang menjadi landasan bagi kelancaran pembangunan, iklim investasi yang kondusif, dan ketahanan sosial masyarakat.

BACA JUGA:  Ciptakan Rasa Aman di Tengah Masyarakat, Sat Samapta Polres PALI gelar Patroli Perintis Presisi 

 

Di akhir acara, suara ajakan untuk bersatu dalam menjaga kedamaian terdengar jelas. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga situasi tetap aman dan harmonis. Stabilitas adalah tanggung jawab bersama,” tutup Kombes Pol Nandang, sambil menyapa beberapa ulama yang hendak pulang. Di balik sorak sorai dan jabat tangan erat, terlihat harapan bahwa kolaborasi ini akan terus tumbuh dan menjadi pondasi kuat bagi masa depan Sumsel yang lebih baik.

Rilis Polda Sumsel

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *