
PALI — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Petir FC menggelar turnamen sepak bola kategori anak-anak di Desa Pengabuan Timur, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.
Turnamen bertajuk “Petir FC Cup, Semarak Kemerdekaan dan Memperingati Pejuang 1945 Syah Alwi” tersebut di lasanakan di dekat rumah YUhardi, di mulai digelar pada 10 Agustus 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga pertandingan final pada 17 Agustus 2026.
Sebanyak 12 tim kategori anak-anak mengikuti turnamen tersebut. Selain menjadi ajang mengembangkan bakat dan minat anak-anak di bidang sepak bola, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta menanamkan nilai sportivitas dan kebersamaan sejak dini.
Ketua Panitia Petir FC Cup, Veru Sastra, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi melalui olahraga.
Turnamen mengusung tema “Generasi Muda Berkarya, Masa Depan Berjaya”. Selain pertandingan sepak bola, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang perjuangan tokoh-tokoh lokal asal Desa Pengabuan yang turut mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.
Salah satu tokoh yang dikenang dalam kegiatan tersebut adalah Syah Alwi, tokoh asal Desa Pengabuan yang dikenal sebagai pejuang dan mantan anggota TNI.
Menurut Yuhardi, anak Syah Alwi, ayahnya telah mulai berjuang sejak awal 1945. Setelah Indonesia merdeka, Syah Alwi kemudian masuk menjadi anggota TNI dan melanjutkan pengabdiannya dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam perjalanan dinasnya, Syah Alwi pernah mendapat penugasan di Jambi. Sementara tugas terakhirnya berada di Palembang. Ia kemudian mengakhiri masa dinas dan pensiun sebagai anggota TNI pada 1970.
Yuhardi juga menyebut Delan sebagai salah satu rekan seperjuangan Syah Alwi. Menurut keterangan keluarga, Delan juga kemudian menjadi anggota TNI setelah Indonesia merdeka.
Selain Syah Alwi, terdapat pula Sanap Yakin, putra Desa Pengabuan yang turut mengabdikan diri sebagai anggota TNI setelah kemerdekaan.
Menurut Astawi, Sanap Yakin aktif berdinas sebelum 1979 dan pernah mendapat penugasan ke berbagai daerah di Sumatera dalam rangka ikut mempertahankan NKRI.
Pada 1979, Sanap Yakin disebut telah bertugas di Koramil Muara Enim. Ia kemudian melanjutkan pengabdiannya hingga memasuki masa pensiun.
Kisah Syah Alwi dan Sanap Yakin menjadi bagian dari sejarah perjuangan masyarakat Desa Pengabuan. Meski merupakan tokoh lokal dan kiprahnya belum banyak tercatat dalam sejarah nasional, masyarakat setempat menilai pengabdian keduanya patut dikenang sebagai bagian dari perjalanan sejarah daerah.
Sejarah Pejuang Lokal Perlu Didokumentasikan
Pengangkatan nama Syah Alwi dalam Petir FC Cup diharapkan menjadi momentum untuk menggali dan mendokumentasikan sejarah perjuangan tokoh-tokoh lokal Desa Pengabuan.
Masyarakat juga meyakini masih terdapat sejumlah tokoh lain asal Desa Pengabuan yang turut mengambil bagian dalam perjuangan, baik sebelum maupun setelah kemerdekaan. Namun, data dan informasi mengenai tokoh-tokoh tersebut masih perlu dihimpun lebih lanjut dari keluarga, masyarakat, dokumen, serta sumber sejarah lokal.
Pendokumentasian sejarah tersebut dinilai penting agar kisah perjuangan para pendahulu tidak hilang ditelan zaman dan dapat dikenal oleh generasi muda.
Melalui turnamen sepak bola ini, semangat perjuangan tersebut diharapkan dapat diteruskan dalam bentuk kegiatan positif. Anak-anak sebagai generasi penerus diajak untuk berprestasi, menjunjung tinggi sportivitas, mempererat persaudaraan, dan terus berkarya.
Pertandingan Petir FC Cup dimulai pada 10 Agustus 2026, dengan pertandingan final dijadwalkan pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Generasi muda berkarya, masa depan berjaya”.(Waneli)
