
PALI — Asap tebal membumbung dari kawasan Dusun 1, Desa Talang Akar, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis siang. Dua titik api yang berada tidak berjauhan membuat situasi di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus segera ditangani agar kobaran tidak semakin meluas.
Begitu informasi kebakaran diterima, respons cepat langsung dilakukan. Tiga unit kendaraan pemadam milik PT Pertamina bergerak menuju lokasi dengan membawa personel untuk melakukan penanganan.
Setibanya di lokasi, pemadaman tidak dilakukan sendiri. Pemerintah Desa, BPBD, Satpol PP, Polri, PT Pertamina dan masyarakat setempat turut turun tangan.
Enam unsur tersebut bahu-membahu menghadapi kobaran api. Di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar pada musim kemarau, petugas bersama masyarakat berupaya melokalisasi titik api agar tidak menjalar ke area lainnya.
Selama kurang lebih satu jam, proses pemadaman berlangsung. Semprotan air diarahkan ke titik-titik yang masih mengeluarkan asap dan bara, sementara personel lainnya memastikan api tidak kembali merambat.
Kerja sama tersebut akhirnya membuahkan hasil. Dua titik api berhasil dipadamkan dan kondisi di sekitar lokasi kembali terkendali.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut. Penanganan cepat menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla masih perlu diwaspadai, terutama ketika kondisi cuaca memasuki musim kemarau.
Kepala Desa Talang Akar mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh penggunaan api, khususnya ketika membuka atau membersihkan lahan.
“Kebakaran itu sangat merugikan kita semua. Baik harta benda maupun kesehatan kita terancam,” tegasnya.
Ia meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, selain berpotensi menyebabkan kebakaran meluas, pembakaran lahan juga dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Selain dapat memicu kebakaran besar yang merugikan bersama, hal tersebut juga dapat dikenakan sanksi hukum yang berlaku,” tambahnya.
Sementara itu, tim pemadam PT Pertamina mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat apabila kondisi lahan kering dan angin cukup kencang.
Pertamina juga menyatakan kesiapan untuk membantu penanganan kebakaran apabila mendapat laporan dari masyarakat.
“Kami siap membantu kapan saja. Jangan ragu untuk melaporkan jika melihat ada titik api, karena penanganan cepat adalah kunci agar api tidak meluas,” ujar perwakilan tim pemadam Pertamina.
Kebakaran di Talang Akar menjadi gambaran bahwa penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada satu pihak. Ketika pemerintah, aparat, perusahaan dan masyarakat bergerak bersama, api yang mengancam dapat lebih cepat dikendalikan sebelum berubah menjadi bencana yang lebih besar.(Syam)
