Jelang HUT RI, Tiga Sumur Baru di PALI dan Prabumulih Perkuat Semangat Kedaulatan Energi

 

PALI-Di tengah semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, upaya menjaga kedaulatan energi nasional terus bergulir dari perut bumi Sumatera Selatan. Dari hamparan lapangan minyak di Prabumulih hingga Kabupaten PALI, tiga sumur infill baru berhasil dikembangkan oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, menghadirkan optimisme baru bagi peningkatan produksi minyak dan gas nasional.

 

Ketiga sumur tersebut, yakni KRG-042, DWA-071, dan BNG-081, diproyeksikan mampu memberikan tambahan produksi lebih dari 1.400 barel minyak per hari (BOPD) serta lebih dari 4 MMSCFD gas. Kontribusi ini menjadi bagian dari langkah nyata Pertamina dalam menjaga pasokan energi sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia.

 

Sumur KRG-042 yang berada di Struktur Karangan Timur, Kota Prabumulih, menjadi salah satu pencapaian penting. Pengembangannya memanfaatkan teknologi Electric Submersible Pump (ESP), sebuah sistem pompa bawah tanah yang mampu meningkatkan produktivitas sumur secara aman dan efisien, terutama pada lapangan migas yang telah lama berproduksi. Setelah pengeboran selama 25 hari, uji alir awal pada 16 Juli 2026 menunjukkan potensi produksi mencapai 777 BOPD.

BACA JUGA:  Kebakaran Lahan 10 Hektare di Tanjung Beringin OKI Berhasil Dipadamkan, Situasi Terkendali

 

Sementara itu, di Kabupaten PALI, Sumur DWA-071 menjadi penanda bangkitnya kembali aktivitas pengembangan di Struktur Dewa setelah lebih dari enam tahun sejak pengeboran terakhir pada 2019. Berbekal data hasil survei 3D Seismik IDAMAN, sumur yang dibor selama 47 hari tersebut menunjukkan potensi produksi 375,84 BOPD minyak dan 0,196 MMSCFD gas saat uji alir awal pada 15 Juli 2026.

 

Masih di wilayah kerja Pertamina EP Adera Field, Sumur BNG-081 di Struktur Benuang turut mencatat hasil menggembirakan. Berkat dukungan data 3D Seismik Karbela, pengeboran selama 30 hari berhasil membuka potensi produksi sebesar 264,4 BOPD minyak dan 3,064 MMSCFD gas berdasarkan uji alir awal pada 20 Juli 2026.

BACA JUGA:  Regsosek oleh BPS di Desa Air Itam, Begini Jelasnya

 

Senior Manager Subsurface Development & Planning PHR Zona 4, Reza Nur Ardianto, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil perpaduan inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam mengoptimalkan potensi lapangan migas yang telah lama beroperasi.

 

“Keberhasilan pengembangan tiga sumur infill di Zona 4 merupakan buah dari inovasi pendekatan dan penerapan teknologi andal dalam upaya untuk terus mengoptimalkan potensi migas di lapangan mature,” ujarnya.

 

Pjs. General Manager PHR Zona 4, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, menambahkan hingga akhir Juli 2026 pihaknya telah menuntaskan pengeboran 40 sumur pengembangan. Jumlah itu akan terus bertambah karena hingga akhir tahun ditargetkan 83 sumur selesai dibor guna mendukung target produksi minyak sebesar 30.305 BOPD dan gas 485,07 MMSCFD.

BACA JUGA:  Ringankan Beban Dampak Kenaikan BBM, Kapolres PALI Bagikan Bansos kepada PHL Polres

 

“Pertamina EP Zona 4 akan terus melakukan upaya peningkatan produksi dalam rangka mendukung asta cita presiden untuk ketahanan energi dan terbukti kita senantiasa pantang menyerah mencari dan mengembangkan potensi melalui sumur infill drilling di area wilayah kerja,” kata Luthfi.

 

Menurutnya, setiap barel minyak dan setiap juta kaki kubik gas yang berhasil diproduksi bukan sekadar capaian perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kemandirian energi Indonesia. Di momentum menjelang Hari Kemerdekaan, keberhasilan tiga sumur baru ini menjadi simbol bahwa semangat membangun negeri tidak hanya hadir di permukaan, tetapi juga terus menyala dari kedalaman bumi Sumatera Selatan.(Syam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *