Warga Pertanyakan Penggunaan Semen dalam Karung Bekas pada Proyek Kopdes Merah Putih Pengabuan

 

Warga menyoroti sejumlah semen di lokasi yang berada dalam karung yang disebut bukan kemasan asli pabrik

PALI — Masyarakat mempertanyakan penggunaan material semen pada pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Pengabuan dan Pengabuan Timur, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Jumat (18/9/2026).

Warga menyoroti sejumlah semen di lokasi yang berada dalam karung yang disebut bukan kemasan asli pabrik. Sementara pihak pemborong menyebut semen tersebut merupakan merek Baturaja.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai asal-usul, identitas, dan ketertelusuran material. Warga mempertanyakan mengapa semen dengan kemasan yang tidak jelas tetap digunakan dan apakah material tersebut telah diperiksa oleh pihak pengawas.

BACA JUGA:  Polres PALI Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba Di Desa Air Itam Timur

“Kalau memang semen Baturaja, kenapa tidak menggunakan kemasan asli pabrik? Kami hanya ingin memastikan material yang digunakan sesuai spesifikasi,” ujar seorang warga.

Warga juga mempertanyakan siapa konsultan perencana dan konsultan pengawas proyek tersebut serta sejauh mana pengawasan dilakukan terhadap material sebelum digunakan.

BACA JUGA:  Cegah Penyalahgunaan Narkoba Sejak Dini, Polres PALI Sambangi Peserta MPLS SMAN 2 Unggulan

Selain itu, masyarakat menyoroti tidak adanya papan informasi proyek di lokasi. Akibatnya, publik tidak mengetahui secara terbuka nilai anggaran, sumber dana, pelaksana, maupun pihak konsultan yang terlibat.

“Proyek ini terkesan seperti proyek sakti. Nilai anggarannya saja masyarakat tidak tahu karena tidak ada papan informasi,” kata warga.

Masyarakat meminta Pemerintah Desa dan BPD ikut melakukan pengawasan sesuai kewenangannya serta mendorong pihak pelaksanamengirimkan bukti vidio perpindahan kemasan semen batu raja dari kemasan asli pabrik ke karung bekas yang terlihat seperti di lapangan sekarang.

BACA JUGA:  Sebut Sebagai Tragedi Kemanusiaan, Kapolda Sumsel Berharap Komitmen Pemerintah Daerah

Warga menegaskan, persoalan tersebut bukan untuk menyimpulkan semen yang digunakan palsu atau bermutu buruk. Mereka hanya meminta kejelasan, transparansi, dan bukti bahwa material yang digunakan sesuai dengan spesifikasi pekerjaan.(Syam/Waneli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *